JAKARTA,Bisnnistoday – Kemenperin tidak hanya mendukung investasi kendaraan listrik bagi industri besar saja, tetapi juga turut mendukung pengembangan kendaraan listrik yang dijalankan oleh Industri Kecil Menegah (IKM). Pelaku IKM perbengkelan roda dua diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan menjadi bengkel konversi dari kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik.
“Beberapa waktu lalu Kemenperin telah melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konversi Kendaraan Listrik bagi IKM Perbengkelan Roda Dua di Jawa Tengah. Kegiatan ini juga merupakan wujud dukungan Kemenperin terhadap program pemerintah untuk mencapai target net zero emissions pada tahun 2060,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, kemarin.
Pada kegiatan bimbingan teknis tersebut, Kemenperin yang dimotori oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) terus mengingatkan para pelaku IKM perbengkelan agar paham mengenai syarat menjadi bengkel jasa konversi. Alasanya, proses konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik hanya bisa dilakukan oleh bengkel yang telah mengantongi sertifikat sebagai bengkel resmi pemasangan, perawatan, pemeriksaan peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik pada kendaraan bermotor dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Ditjen IKMA Kemenperin, Dini Hanggandari menambahkan, kegiatan bimtek konversi kendaraan listrik di Jawa Tengah diikuti oleh 20 IKM perbengkelan dari Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. “Tujuan utamanya untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) IKM perbengkelan roda dua terkait kebijakan dan teknik konversi sepeda motor listrik,” ungkap Dini.
Industri Alat Angkut
Dini menyebut, program konversi sepeda motor juga turut memberikan dorongan positif bagi industri alat angkut di Indonesia agar mampu memproduksi komponen yang dibutuhkan untuk konversi sepeda motor konvensional menjadi sepeda motor listrik. Menurutnya, saat ini brushless direct current (BLDC) motor sebagai salah satu komponen utama dalam KBLBB telah mampu diproduksi oleh industri alat angkut lokal, antara lain oleh PT Mitrametal Perkasa melalui brand AZN Motor. Produk BLDC motor tersebut telah memiliki sertifikat TKDN dengan nilai TKDN sebesar 61,24%.
Dalam pelaksanaan Bimtek Konversi Kendaraan Listrik bagi IKM Perbengkelan Roda Dua di Jawa Tengah, Ditjen IKMA Kemenperin turut bekerjasama dengan Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta, dan PT. Mitrametal Perkasa yang telah mampu memproduksi brushless direct current (BLDC). “Kami percaya bahwa peningkatan daya saing IKM di era kendaraan listrik berbasis baterai akan kita upayakan bersama dengan keterlibatan dari seluruh pihak terkait,” ujar Dini.




