www.bisnistoday.co.id
Kamis , 27 Agustus 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Kemenperin Tetapkan Prioritas Industri 2026: Hilirisasi, Ekspor, dan Transformasi Hijau
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Tetapkan Prioritas Industri 2026: Hilirisasi, Ekspor, dan Transformasi Hijau

Menperin Agus
Menperin Agus G Kartasasmita./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan arah kebijakan serta program prioritas industri tahun 2026. Fokus utama meliputi hilirisasi sumber daya alam, peningkatan ekspor, serta transformasi menuju industri hijau. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/9).

“Target ini mencerminkan tekad pemerintah menjadikan industri sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Pertumbuhan industri tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, serta penguatan daya saing,” ujar Menperin.

Lebih lanjut menurut Menperin, industri pengolahan nonmigas ditargetkan tumbuh 6,52 persen dengan kontribusi 18,66 persen terhadap PDB nasional. Selain itu, sektor industri diproyeksikan: Menyumbang 74,85 persen ekspor nasional, menyerap 14,68 persen tenaga kerja, meningkatkan distribusi investasi di luar Jawa hingga 33,25 persen serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 6,79 juta ton CO₂ EQ

“Manufaktur kita mempunyai resiliensi yang tinggi. Walaupun dihadapkan dengan berbagai dinamika dan tantangan, resiliensi industri sudah terbukti dan ini menjadi dasar optimisme bagi percepatan pertumbuhan,” kata Agus Gumiwang.

Program Prioritas Kemenperin 2026

Untuk mewujudkan target tersebut, Kemenperin menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain: Penguatan industri kecil dan menengah (IKM), penciptaan wirausaha baru, percepatan hilirisasi SDA, restrukturisasi mesin dan teknologi, penguatan vokasi dan SDM industri, pengembangan industri halal, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), percepatan pembangunan kawasan industri di berbagai wilayah serta implementasi industri hijau melalui efisiensi energi dan teknologi bersih

“Yang kuat dari produk manufaktur kita adalah pasar ekspor, yang terus-menerus menunjukkan peningkatan. Hal ini menjadi baseline dan dasar optimisme bagi peluang usaha nasional,” tambah Menperin.

Sejalan ASTA CITA Presiden Prabowo

Seluruh program Kemenperin disusun sejalan dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto dan agenda pembangunan nasional.

“Selaras dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto, Kemenperin akan memastikan agar setiap kebijakan industri memberikan nilai tambah nyata, memperkuat struktur ekonomi, dan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Agus Gumiwang.

Ia menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mempromosikan produk industri, memperluas akses pasar global, serta meningkatkan investasi.

“Dukungan DPR RI sangat penting agar strategi pembangunan industri 2026 dapat terlaksana secara optimal dan menjadi pijakan kuat menuju visi Indonesia Emas 2045,” tegas Menperin./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

MAP Active Resmikan Nike Plaza Senayan

JAKARTA, Bisnistoday – Store terbaru Nike yang mengusung tema "Don't Lose Your...

Produk Halal
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Halal Menjadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday-  Industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu...

Java Kopi
Ekonomi & Bisnis

Ekspor Kopi Jawa Barat Senilai Rp2,64 Miliar Dilepas Menuju ke Inggris

BANDUNG, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyaksikan pelepasan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Usaha Pengrajin Lurik Prasojo

JAKARTA, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi berkomitmen terus meningkatkan...