www.bisnistoday.co.id
Minggu , 27 September 2026
Home EKONOMI Energi Kilang Pertamina Internasional Bakal Mengolah Minyak Jelantah
Energi

Kilang Pertamina Internasional Bakal Mengolah Minyak Jelantah

Kilang Pertamina
KERJA SAMA Pengolahan Minyak Jelantah./
Social Media

JAKARTA, Bisnitoday – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mengembangka produksinya untuk menghasilkan produk bahan bakar minyak yang ramah lingkungan. Hal ini menjadi salah satu langkah penting dan strategis KPI dalam pengembangan bisnis bahan bakar hijau (green fuel) di Indonesia.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pasokan Feedstock Proyek Green Refinery Kilang Cilacap oleh Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman dengan Direktur Utama PT Gapura Mas Lestari (GML) Heru Fidiyanto pada awal Desember lalu.

Taufik Aditiyawarman mengutarakan, komitmen KPI terhadap keberlanjutan dan inovasi energi. “Proyek Green Refinery ini bukan hanya tentang menyediakan sumber energi alternatif, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan lokal, serta mengurangi dampak lingkungan,” kata Taufik.

Lebih lanjut, Taufik meyakini bahwa dengan semangat kolaborasi dan komitmen dari semua pihak, proyek ini akan mampu mengatasi berbagai hambatan dan menjadi contoh sukses dalam pengembangan energi berkelanjutan. “Mari kita wujudkan masa depan yang lebih baik untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Diketahui, proyek Green Refinery Cilacap direncanakan akan mengolah feedstock minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dengan kapasitas 6.000 barrel per hari untuk menghasilkan HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) dan SAF (Sustainable Aviation Fuel) dengan total produksi diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu kiloliter per tahun.

Kilang Cilacap sendiri ini saat ini telah mampu menghasilkan HVO dan SAF. Untuk HVO diolah dari bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO), yang diberi nama Pertamina Renewable Diesel (RD) dan 100% berasal dari minyak nabati. Sementara SAF 2,4% dari bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) atau dari inti sawit yang diproses.

Produk HVO yang dihasilkan selanjutnya akan menjadi komponen blending dalam diesel yang memiliki kualitas superior dibandingkan dengan biodiesel FAME, serta dirancang memenuhi standar tertinggi untuk penggunaan di negara-negara dengan empat musim seperti pasar Eropa dan Amerika.

Sementara itu, produk SAF dari Green Refinery Cilacap diharapkan dapat mendukung pasokan untuk implementasi penggunaan SAF dalam bahan bakar industri aviasi, selaras dengan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Pengembangan Industri Sustainable Aviation Fuel.

Senada dengan hal tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa Pertamina terus mengembangkan energi terbarukan dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di dalam negeri.

“Salah satunya melalui pengolahan minyak jelantah di kilang Pertamina, ini menjadi inovasi dari Pertamina untuk menghasilkan bahan bakar yang berkelanjutan dan lebih efisien,” tandas Fadjar./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Wartsila, perusahaan teknologi global asal Finlandia, berpartisipasi di Enlit Asia – MKI Electricity Connect, dengan menghadirkan teknologi mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF yang mengedepankan fleksibilitas jaringan listrik untuk mendukung semakin meningkatnya kebutuhan pasokan listrik di Indonesia.(dok:Ist)
Energi

Fleksibilitas Jaringan Listrik jadi Kunci Percepatan Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Pusat Data AI

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memasuki fase baru dalam transisi energinya, yang didorong...

Pameran listrik
Energi

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Ketahanan Energi ASEAN

JAKARTA, Bisnistoday – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 resmi dibuka...

Energi

JTB Zona 12 Bidik Proper Hijau, Perkuat Budaya HSSE Sejak Tahap Konstruksi hingga Operasi

BOJONEGORO, Bisnistoday - Komitmen terhadap aspek keselamatan, keamanan dan lingkungan menjadi fondasi...

PLN Icon Plus
Energi

GI Jampang Kulon Beroperasi Lagi, Potensi Ekonomi Selatan Sukabumi Kian Terbuka

BANDUNG, Bisnistoday - Kembali beroperasinya Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV...