www.bisnistoday.co.id
Selasa , 16 Juli 2024
Home EKONOMI Sektor Riil KKP Akselerasi Penetapan Indikasi Geografis Produk Kelautan dan Perikanan
Sektor Riil

KKP Akselerasi Penetapan Indikasi Geografis Produk Kelautan dan Perikanan

produk perikanan
Dirjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Budi Sulistiyo (kanan)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat dalam  penetapan Indikasi Geografis (IG) produk kelautan dan perikanan sebagai salah satu upaya peningkatan daya saing melalui penguatan reputasi dan karakteristik produk.

Melalui tim pembinaan indikasi geografis nasional, KKP bersinergi dengan Kemenkumham guna menjalankan program sekaligus pembinaan kepada pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.

“Ini bagian dari strategi peningkatan daya saing produk kelautan dan perikanan dan kita siapkan rencana aksi akselerasi Indikasi Geografis,” terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya, Jumat (14/06).

Budi memaparkan, IG sendiri merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut. Tujuannya untuk memberikan reputasi, kualitas, dam karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Dari 138 produk yang sudah mengantongi sertifikat IG, baru 6 produk atau komoditas keluatan dan perikanan. Keenamnya adalah Ikan Uceng Temanggung, Bandeng Asap Sidoarjo, Mutiara Lombok, Garam Amed Bali, dan Garam Kusamba Bali.

“Saat ini baru 6, dan kami optimis tim pembinaan indikasi geografis nasional ini bisa menjadi akselerator pendaftaran IG produk, khususnya produk kelautan dan perikanan,” sambungnya.

Baca juga: Produk Perikanan Jadi Primadona di Korsel

Produk yang sudah mengantongi IG, jelas Budi, memiliki karakter yang khas. Dia menyontohkan Garam Amed Bali, yang memiliki karakteristik warna putih mengkilat dengan kristal berukuran kecil sampai sedang, mudah larut dan hancur di dalam mulut serta memberikan rasa asin yang mudah hilang tanpa rasa pahit berlebihan. Selain itu, garam produksi Desa Amed Kabupaten Karangasem, Bali ini memiliki kadar NaCl 96,4 – 95,1%, dan kadar air 11,7 – 14,2%

“Ciri khas produk semakin terlihat dan menjadi jaminan kualitas sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen,” tuturnya.

Bisa Seperti Kopi Gayo

Ke depan, Budi berharap produk kelautan dan perikanan bisa seperti Kopi Arabika Gayo yang menjadi produk IG Indonesia pertama yang diakui Eropa. Sejak tahun 2017, Kopi Arabika Gayo sudah mendapatkan status Protected Geographical Indications (PGI) dari Uni Eropa.

“Ini yang membuat kopi gayo semakin dikenal di manca negara, dan semoga suatu saat ada produk kelautan dan perikanan yang menyusul status tersebut,” tutupnya.

Sebagai informasi, IG sejalan dengan ketentuan Pasal 70 UU Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Pada 12 Juni 2014, Kemenkumham meresmikan pembentukan tim pembinaan IG sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor, dimana KKP tergabung didalamnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan keterampilan masyarakat pesisir serta pembudidaya ikan, agar memiliki daya saing tidak hanya tingkat nasional, bahkan tingkat global. Dirinya berharap, masyarakat yang kesehariannya bekerja di sektor perikanan ini, dapat menyajikan produk produk olahan perikanan, yang bisa bersaing ke pasar global./

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Happy Anniversary Bisnistoday.co.id

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Menteri Perdagangan
Sektor Riil

Harga Bapok di Jambi Dibawah Harga Acuan

KOTA JAMBI, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendapati harga-harga sejumlah barang...

Wamendag
Sektor Riil

Wamendag Jerry Pantau Harga Bapok di Tarakan

TARAKAN, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan...

Mobil Baru
Sektor Riil

Pasar Lesu, Industri Otomotif Agresif Bidik Ekspor

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian terus mendorong laju kinerja sektor industri otomotif...

Perkebunan sawit rakyat
Sektor Riil

PTPN IV Regional I Telah Realisasikan 744,93 Ha Lahan Peremajaan Sawit Rakyat

MEDAN, Bisnistoday – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional 1 hingga...