www.bisnistoday.co.id
Rabu , 24 Juni 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Lonjakan Harga Emas Global Perkuat Posisi Emas sebagai Aset Keluarga
Sektor Riil

Lonjakan Harga Emas Global Perkuat Posisi Emas sebagai Aset Keluarga

Toko Emas
AKTIFITAS Toko Emas Hardinata./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Harga emas dunia kembali memecahkan rekor sepanjang sejarah. Hingga September 2025, harga emas menembus lebih dari USD 3.800 per ons, dengan rata-rata bulanan di USD 3.663 per ons atau sekitar Rp 1,94 juta per gram. Dalam setahun terakhir, harga emas dalam dolar AS melonjak 39,31% (YoY), sementara dalam rupiah bahkan naik 51,69%, dipicu oleh pelemahan kurs.

Kenaikan tajam ini didorong oleh kebijakan moneter global yang longgar, penurunan suku bunga oleh The Fed sebesar 25 bps, serta meningkatnya ketegangan geopolitik dan perang dagang yang mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas. Sejak 2022, bank sentral di berbagai negara juga terus meningkatkan cadangan emas dunia, dengan pembelian mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia turut menurunkan suku bunga menjadi 4,75%, yang memperkuat daya tarik emas namun sekaligus menekan nilai tukar rupiah hingga Rp 16.970 per USD. Akibatnya, permintaan emas domestik melonjak tajam. Data World Gold Council mencatat permintaan emas di Indonesia pada paruh pertama 2025 tumbuh 20,87% YoY menjadi 21,2 ton, didominasi oleh emas batangan.

Perusahaan produsen emas HRTA turut merasakan dampak positif tren tersebut. Hingga semester I 2025, HRTA mencatat penjualan 8,1 ton emas batangan, naik 76,86% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Kebijakan moneter global, pelemahan mata uang, dan tingginya pembelian emas oleh bank sentral menjadi katalis utama. Di sisi domestik, pelemahan Rupiah semakin memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai,” ujar Thendra Crisnanda, Direktur Investor Relations HRTA. “Kami melihat momentum pertumbuhan yang kuat hingga akhir tahun.”

Ke depan, pasar emas diperkirakan masih akan bergejolak menanti keputusan The Fed dan Bank Indonesia. Jika kedua bank sentral melanjutkan pelonggaran suku bunga, harga emas berpotensi kembali menguat.

“Momentum harga emas dunia menjadi pengingat bahwa emas adalah aset paling tahan terhadap gejolak global,” ungkap Sandra Sunanto, Direktur Utama HRTA. “Bagi HRTA, emas bukan sekadar instrumen lindung nilai, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan keluarga Indonesia.”

Sebagai bagian dari visinya menjadikan emas lebih inklusif, HRTA meluncurkan produk HRTA Gold Anabul bertema hewan peliharaan, serta kolaborasi Ardore × Yupi yang menghadirkan perhiasan emas solid bergaya pop-culture. Kedua inovasi ini menyasar generasi muda dan memperkuat pesan bahwa emas kini bukan hanya simbol kemewahan, melainkan aset masa depan yang bernilai dan relevan bagi semua kalangan.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Harga Referensi CPO
HEADLINE NEWSSektor Riil

Periode Juni 2026, Harga Referensi Komoditas Minyak Kelapa Sawit Turun

JAKARTA, Bisnistoday -  Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm...

Sebuah pusat jajan di Tiongkok (dok: Unsplash/Alex)
EKONOMISektor Riil

Penjualan Ritel dan Sektor Jasa di Tiongkok terus Tumbuh

JAKARTA, Bisnistoday - Penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok, indikator utama kekuatan konsumsi...

Hakornas
HEADLINE NEWSSektor Riil

Hakornas 2026, Konsumen Kunci Perbaikan Kualitas Produk Nasional

JAKARTA, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya peran konsumen sebagai...

EKONOMIGLOBALKawasan GlobalSektor Riil

Perempuan Paling Terdampak oleh Meningkatnya Beban Utang

JAKARTA, Bisnistoday- Sebuah penelitian yang dilakukan Program Pembangunan PBB (UNDP) menyebutkan perempuan,...