JAKARTA, Bisnistoday – Warga California menyampaikan kekecewaan terhadap Presiden AS, Donald Trump terkait terlalu berlebihan mengatur terhadap wilayah California, yang diungkapkan melalui Gubernur California Gavin Newsom. Newsom menolak pengerahan Garda Nasional oleh presiden Trump, yang bisa menduduki wilayah Los Angeles hingga 60 hari. Sang Gubernur juga menyatakan, ini sebagai tindakan ilegal dan secara resmi meminta Trump membatalkan perintah tersebut.
Protes tersebut dimulai pada hari Jumat setelah petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) menahan ratusan orang di Los Angeles yang diduga tinggal di Amerika Serikat secara ilegal. Pemerintahan Trump menyatakan akan tetap melanjutkan penggerebekan melalui ICE meskipun terjadi protes, sebagai bagian dari tindakan kebijakan keras presiden terhadap imigrasi.
Karena kelewatan, Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan bahwa negara bagian tersebut berencana menggugat pemerintahan Trump atas pengerahan pasukan cadangan militer Garda Nasional secara ilegal, tidak bermoral, dan inkonstitusional untuk merespons kerusuhan di wilayah itu.
Newsom menyalahkan Presiden Trump karena “menyiram bahan bakar ke api” dalam krisis tersebut, dan mengatakan Trump orang yang menciptakan “kondisi yang Anda lihat di televisi malam ini,” dalam wawancaranya dengan MSNBC dikutip Antara, pada Minggu (8/6).
“Dia (Donald Trump) memperburuk kondisi… sejak mengumumkan dirinya mengambil alih kendali Garda Nasional. Kami akan menguji teori itu lewat gugatan hukum besok,” terang Newsom.
Tudingan Berbohong
Newsom juga mengecam tuduhan Trump yang menyatakan keamanan telah pulih melalui pengerahan Garda Nasional, Newsom mengatakan: “Dia menulis sebuah tweet bahwa semuanya sekarang aman. Garda bahkan belum dikerahkan saat dia mengatakan ini. Dia jelas sedang berbohong kepada orang.”
Newsom menyebutkan arahan federal untuk mengerahkan Garda Nasional telah melanggar prosedur yang berlaku, yang mewajibkan adanya koordinasi dengan gubernur negara bagian
“Mereka tidak pernah berkoordinasi dengan kami,” katanya, sembari menyebut bahwa ia sebelumnya telah bekerja sama dengan Garda Nasional untuk menangani logistik, pemulihan kebakaran, dan saat unjuk rasa atas kematian George Floyd pada 2020.
“Ada protokolnya. Ada prosedurnya. Dia tidak peduli. Dan yang paling parah, dia sepenuhnya berbohong,” cetus Newsom.
Seperti diketahui bahwa Trump menyerukan kembali seruannya kepada pengunjuk agar tetap damai di media sosial, namun Newsom, mengatakan: “Los Angeles: jangan terpancing oleh Trump. Trump menginginkan kekacauan, dan dia telah menghasut kekerasan. Siapa pun yang menyerang aparat penegak hukum atau menyebabkan kerusakan properti akan berisiko ditangkap.”
Seperti diketahui, para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan membakar sedikitnya lima mobil di pusat kota Los Angeles pada Minggu malam waktu setempat, hari ketiga demonstrasi memprotes razia imigrasi oleh pemerintahan Trump di California.
Aparat keamanan menembakkan gas air mata dan amunisi pengendali massa untuk membubarkan demonstrasi dam puluhan pengunjuk rasa ditangkap. Ratusan anggota Garda Nasional California tiba di Los Angeles, bagian wilayah California, pada Minggu setelah Trump memerintahkan pengerahan 2.000 pasukan Garda ke California selatan. Sebanyak 500 Marinir tambahan juga telah menerima perintah “siaga untuk dikerahkan” jika dibutuhkan./Ant/


