www.bisnistoday.co.id
Rabu , 23 September 2026
Home EKONOMI Menkeu: Arah Pemulihan Ekonomi Sudah Benar
EKONOMI

Menkeu: Arah Pemulihan Ekonomi Sudah Benar

RUU PPSK: Menteri KeuanganSri Mulyani Indrawati menegaskan, RUU PPSK memiliki nilai strategis dan penting bagi upaya untuk meneruskan proses pembangunan Indonesia secara berkelanjutan, adil, dan berdaya saig tinggi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 yang mencapai 7,07 persen (yoy) menunjukkan arah dan strategi pemulihan sudah benar.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati hal tersebut ditandai dengan pulihnya seluruh mesin penggerak ekonomi yaitu konsumsi rumah tangga tumbuh 5,59 persen, investasi 7,6 persen, ekspor 31,8 persen, konsumsi pemerintah 8,1 persen, dan impor 31,2 persen.

Kemudian juga manufaktur tumbuh 6,6 persen, perdagangan 9,4 persen, konstruksi 4,4 persen, pertambangan 5,2 persen, transportasi 25,1 persen, serta akomodasi makan dan minum 21,6 persen.

Ia menuturkan hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan triwulan-triwulan sebelumnya karena penggerak perekonomian hanya dari konsumsi pemerintah sehingga belum mampu menghasilkan angka positif seperti di triwulan II-2021.

“Ini menggambarkan seluruh sektor bergeliat dan berfungsi. Sebagian adalah karena policy dari pemerintah yang terus melakukan intervensi dari sisi demand dan supply,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (5/8).

Ia menyebutkan salah satu kebijakan pemerintah yang menunjang pertumbuhan baik konsumsi dan sektor manufaktur adalah relaksasi PPnBM sehingga pada akhirnya memberi dampak luar biasa pada realisasi triwulan II.

Selain itu berbagai bantuan sosial dari pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun turut meminimalisir dampak pandemi terhadap masyarakat terutama bagi kelompok menengah dan bawah.

Menurutnya, bansos yang diberikan pemerintah mampu menekan tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran agar tidak melonjak terlalu tinggi sehingga mampu mempengaruhi dari sisi demand.

“Kita berharap dengan pemulihan konsumsi maka kelompok menengah atas sudah mulai beraktivitas dan itu akan makin memperkuat pemulihan ekonomi,” kata Sri Mulyani.

Meski demikian, ia mengatakan tren peningkatan kasus Covid-19 akibat munculnya varian Delta berpotensi memberi tekanan terhadap perekonomian pada semester II-2021 mendatang.

Sri Mulyani memastikan pemerintah melalui instrumen APBN akan terus melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ini sehingga triwulan III-2021 diharapkan mampu tumbuh sekitar 4 persen sampai 5,7 persen.

“Kewaspadaan kita masih sangat tinggi terutama karena masih ada sektor yang terpengaruh adanya Covid-19. Ada sektor yang memiliki daya tahan lebih tinggi dan karenanya kita berharap itu akan terus terjaga,” ujarnya.

Tertinggi Sejak Krisis

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 yang sebesar 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy) merupakan angka pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage.

“Pertumbuhan ekonomi itu juga lebih tinggi dibandingkan negara tetangga kita seperti India yang sebesar 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Jepang -1,6 persen,” katanya. Ia menjelaskan semua komponen pengeluaran tercatat tumbuh positif pada triwulan II-2021, dengan tertinggi pada ekspor dan impor yang melesat masing-masing 31,78 persen dan 31,22 persen, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan global.

Dari sisi sektor atau pasokan, semua sektor usaha tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik.

Sektor transportasi dan akomodasi makan minum tumbuh sangat tingi masing-masing 25,1 persen dan 21,58 persen pada triwulan II-2021 dikarenakan mulai tingginya mobilitas masyarakat.

Secara spasial, Airlangga menuturkan seluruh wilayah Indonesia telah mengalami perbaikan dalam perekonomiannya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Kejar Kemandirian Fiskal, Pemkot Bandung Targetkan PAD Tembus 60 Persen Pendapatan Daerah

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung menargetkan peningkatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

LPDB Koperasi Hadirkan Coaching Clinic Pembiayaan di Borobudur Expo 2026 

MAGELANG, Bisnistoday - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menghadirkan layanan Coaching...

EKONOMIKomunitasLIFESTYLE

15.000 Peserta Ramaikan Pocari Run 2026 Bandung, Pemkot Siapkan Rekayasa Lalu Lintas 19-20 September

BANDUNG, Bisnistoday - Pocari Run 2026 akan digelar selama dua hari di...

EKONOMI

Libatkan Pengemudi Lama, Bandung Angkot Utama Jadi Pintu Masuk Ekonomi Digital Berbasis Blockchain

BANDUNG, Bisnistoday - Pemerintah Kota Bandung mengembangkan Bandung Angkot Utama sebagai bagian...