www.bisnistoday.co.id
Senin , 9 November 2026
Home EKONOMI Menkeu: Arah Pemulihan Ekonomi Sudah Benar
EKONOMI

Menkeu: Arah Pemulihan Ekonomi Sudah Benar

RUU PPSK: Menteri KeuanganSri Mulyani Indrawati menegaskan, RUU PPSK memiliki nilai strategis dan penting bagi upaya untuk meneruskan proses pembangunan Indonesia secara berkelanjutan, adil, dan berdaya saig tinggi
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 yang mencapai 7,07 persen (yoy) menunjukkan arah dan strategi pemulihan sudah benar.

Menurut Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati hal tersebut ditandai dengan pulihnya seluruh mesin penggerak ekonomi yaitu konsumsi rumah tangga tumbuh 5,59 persen, investasi 7,6 persen, ekspor 31,8 persen, konsumsi pemerintah 8,1 persen, dan impor 31,2 persen.

Kemudian juga manufaktur tumbuh 6,6 persen, perdagangan 9,4 persen, konstruksi 4,4 persen, pertambangan 5,2 persen, transportasi 25,1 persen, serta akomodasi makan dan minum 21,6 persen.

Ia menuturkan hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan triwulan-triwulan sebelumnya karena penggerak perekonomian hanya dari konsumsi pemerintah sehingga belum mampu menghasilkan angka positif seperti di triwulan II-2021.

“Ini menggambarkan seluruh sektor bergeliat dan berfungsi. Sebagian adalah karena policy dari pemerintah yang terus melakukan intervensi dari sisi demand dan supply,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (5/8).

Ia menyebutkan salah satu kebijakan pemerintah yang menunjang pertumbuhan baik konsumsi dan sektor manufaktur adalah relaksasi PPnBM sehingga pada akhirnya memberi dampak luar biasa pada realisasi triwulan II.

Selain itu berbagai bantuan sosial dari pemerintah dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun turut meminimalisir dampak pandemi terhadap masyarakat terutama bagi kelompok menengah dan bawah.

Menurutnya, bansos yang diberikan pemerintah mampu menekan tingkat kemiskinan maupun tingkat pengangguran agar tidak melonjak terlalu tinggi sehingga mampu mempengaruhi dari sisi demand.

“Kita berharap dengan pemulihan konsumsi maka kelompok menengah atas sudah mulai beraktivitas dan itu akan makin memperkuat pemulihan ekonomi,” kata Sri Mulyani.

Meski demikian, ia mengatakan tren peningkatan kasus Covid-19 akibat munculnya varian Delta berpotensi memberi tekanan terhadap perekonomian pada semester II-2021 mendatang.

Sri Mulyani memastikan pemerintah melalui instrumen APBN akan terus melindungi masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ini sehingga triwulan III-2021 diharapkan mampu tumbuh sekitar 4 persen sampai 5,7 persen.

“Kewaspadaan kita masih sangat tinggi terutama karena masih ada sektor yang terpengaruh adanya Covid-19. Ada sektor yang memiliki daya tahan lebih tinggi dan karenanya kita berharap itu akan terus terjaga,” ujarnya.

Tertinggi Sejak Krisis

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2021 yang sebesar 7,07 persen secara tahunan atau year on year (yoy) merupakan angka pertumbuhan triwulanan tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage.

“Pertumbuhan ekonomi itu juga lebih tinggi dibandingkan negara tetangga kita seperti India yang sebesar 1,6 persen, Vietnam 6,6 persen, Korea Selatan 5,9 persen, dan Jepang -1,6 persen,” katanya. Ia menjelaskan semua komponen pengeluaran tercatat tumbuh positif pada triwulan II-2021, dengan tertinggi pada ekspor dan impor yang melesat masing-masing 31,78 persen dan 31,22 persen, seiring dengan meningkatnya permintaan domestik dan global.

Dari sisi sektor atau pasokan, semua sektor usaha tumbuh positif dan menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik.

Sektor transportasi dan akomodasi makan minum tumbuh sangat tingi masing-masing 25,1 persen dan 21,58 persen pada triwulan II-2021 dikarenakan mulai tingginya mobilitas masyarakat.

Secara spasial, Airlangga menuturkan seluruh wilayah Indonesia telah mengalami perbaikan dalam perekonomiannya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ancaman Serangan Siber (ilustrasi: Julio Lopez/Unsplash.com)
EKONOMIGagasan

Di Balik Kekacauan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Beberapa hari terakhir marak beredar berita tentang peretasan sistem...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...