www.bisnistoday.co.id
Rabu , 17 Juni 2026
Home EKONOMI Selama PPKM, Kadin Minta Industri Manufaktur Beroperasi Penuh
EKONOMI

Selama PPKM, Kadin Minta Industri Manufaktur Beroperasi Penuh

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan agar industri manufaktur dapat beroperasi 100 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, dengan catatan pengusahanya sudah melakukan vaksinasi pekerjanya dan juga melakukan protokol kesehatan.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dalam dalam “Dialog Ekonomi tentang Kinerja Ekonomi Kuartal II 2021” secara virtual bersama dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan ekonom Chatib Basri, Kamis (5/8). “Jika tidak dilakukan 100 persen akan sulit sekali, karena bukan apa-apa, kita bicara di sini industri yang sangat esensial dan export oriented karena kita mesti melihat bahwa adanya global demand,” tambahnya.

Arsjad mencontohkan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas Indonesia. “Ekspor kita naik sebetulnya, kita melihat there is balance of supply and demand on globally dimana Indonesia harus mengambil posisi untuk bisa membantu yang namanya supply chain dunia itu. Lah itu lagi-lagi adalah komoditas dan export oriented, jadi balik lagi manufaktur orientasi ekspor harusnya dibuka,” ungkap dia.

Arsjad menyebutkan sektor ritel yang juga mengalami peningkatan pertumbuhan. “Berarti kan kepercayaan konsumen naik, makanya kami menganjurkan supaya ritel dibuka saja karena kalau kita bicara ritel dibuka asalkan mal-nya itu sudah melakukan vaksinasi dan bila orang yang mau masuk ke dalam harus melakukan vaksin supaya bagaimana pun proses ekonomi berjalan,” jelas Arsjad.

Ia mengaku bahwa semua pihak harus menghadapi realita pandemi Covid-19 termasuk dengan adanya varian delta atau varian lainnya. “Jadi pertama kita berpikir dan menyadari bahwa ini adalah norma baru, realitas baru, dunia baru. Jadi kita harus bisa beradaptasi dengan apa yang ada,” ungkap Arsjad.

Arsjad mengaku bahwa penerapan PPKM Darurat dan PPKM level 4 pasti akan berdampak pada indikator ekonomi kuartal III-2021. “Pertanyaannya adalah bagaimana kita tetap ada PPKM tetapi adaptasi dengan keadaan, yang sudahlah kita harus hidup dengan pandemi ini jadi dengan demikian sebagai contoh export oriented kita bagus sekali dan sekarang harapannya adalah manufaktur yang memang itu esensial,” kata Arsjad./


Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau dengan Konsorsium Korea

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki peluang kerja sama...

Nama Lionel Messi masih menjadi daya tarik, termasuk untuk produk asesoris Piala Dunia 2026. (Unsplash/Dwlly)
EKONOMISport & Health

Meraup Cuan di Piala Dunia Melalui Penjualan Boneka Messi

JAKARTA, Bisnistoday – Timnas Tiongkok memang gagal lolos ke Piala Dunia 2026,...

Mata uang AS, Dolar. (Unsplash/Niconor Brown)
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dolar AS tetap Perkasa di Tengah Meningkatnya Konflik Timur Tengah

JAKARTA, Bisnistoday - Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kokoh di Industri, Regina Realty Menjadi Acuan Memilih Properti Menguntungkan

JAKARTA, Bisnistoday – Membangun bisnis dari pengalaman mengelola dan mengembangkan aset secara...