www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home EKONOMI Selama PPKM, Kadin Minta Industri Manufaktur Beroperasi Penuh
EKONOMI

Selama PPKM, Kadin Minta Industri Manufaktur Beroperasi Penuh

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan agar industri manufaktur dapat beroperasi 100 persen selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, dengan catatan pengusahanya sudah melakukan vaksinasi pekerjanya dan juga melakukan protokol kesehatan.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid dalam dalam “Dialog Ekonomi tentang Kinerja Ekonomi Kuartal II 2021” secara virtual bersama dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan ekonom Chatib Basri, Kamis (5/8). “Jika tidak dilakukan 100 persen akan sulit sekali, karena bukan apa-apa, kita bicara di sini industri yang sangat esensial dan export oriented karena kita mesti melihat bahwa adanya global demand,” tambahnya.

Arsjad mencontohkan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas Indonesia. “Ekspor kita naik sebetulnya, kita melihat there is balance of supply and demand on globally dimana Indonesia harus mengambil posisi untuk bisa membantu yang namanya supply chain dunia itu. Lah itu lagi-lagi adalah komoditas dan export oriented, jadi balik lagi manufaktur orientasi ekspor harusnya dibuka,” ungkap dia.

Arsjad menyebutkan sektor ritel yang juga mengalami peningkatan pertumbuhan. “Berarti kan kepercayaan konsumen naik, makanya kami menganjurkan supaya ritel dibuka saja karena kalau kita bicara ritel dibuka asalkan mal-nya itu sudah melakukan vaksinasi dan bila orang yang mau masuk ke dalam harus melakukan vaksin supaya bagaimana pun proses ekonomi berjalan,” jelas Arsjad.

Ia mengaku bahwa semua pihak harus menghadapi realita pandemi Covid-19 termasuk dengan adanya varian delta atau varian lainnya. “Jadi pertama kita berpikir dan menyadari bahwa ini adalah norma baru, realitas baru, dunia baru. Jadi kita harus bisa beradaptasi dengan apa yang ada,” ungkap Arsjad.

Arsjad mengaku bahwa penerapan PPKM Darurat dan PPKM level 4 pasti akan berdampak pada indikator ekonomi kuartal III-2021. “Pertanyaannya adalah bagaimana kita tetap ada PPKM tetapi adaptasi dengan keadaan, yang sudahlah kita harus hidup dengan pandemi ini jadi dengan demikian sebagai contoh export oriented kita bagus sekali dan sekarang harapannya adalah manufaktur yang memang itu esensial,” kata Arsjad./


Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Serangan Iran
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden...

Kapal Tanker
EKONOMIEnergi

Perang Timur Tengah, Pertamina Lakukan Mitigasi Operasional dan Perlindungan Keselamatan Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Temui Menkop, APKLI Adukan Dampak Ekspansi Ritel Modern

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun  menemui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Minta Gen Z Tidak Ragu Berkarya Lewat Koperasi

SERANG, Bisnistoday - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Gen Z...