NUSA DUA, Bisnistoday – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut B Pandjaitan meluncurkan Buku Citarum Harum ditengah penyelenggaraan World Water Forum ke-10 meluncurkan buku “Citarum Harum” Senin (20/5) di Nusa Dua, Bali.
Dalam sambutannya, Menko Luhut mengatakan, buku Citarum Haru merupakan dokumentasi penting sebagai showcase yang menggambarkan capaian program Citarum Harum dan menjadi upaya berkelanjutan untuk merehabilitasi dan melestarikan Sungai Citarum.
Menurut Luhut, pekuncuran buku ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia, khususnya dalam merehabilitasi Sungai Citarum yang selama ini menjadi salah satu sungai terpenting di Indonesia
“Perubahan ini tidak akan terjadi tanpa kekuatan politik dari pemerintah yang kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Aksi yang Terpadu dengan target yang jelas dan kepemimpinan yang tegas serta monitoring dan evaluasi rutin,” ungkap Menko Marves Luhut.
Penemaran Sungai CItarum
Menko Luhut menuturkan, buku Citarum Harum mendokumentasikan upaya komprehensif dan transformatif sejak 2018 di bawah arahan Presiden Joko Widodo untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
“Buku itu memaparkan strategi dan tindakan kolaboratif yang telah berhasil mengubah kondisi Sungai Citarum dari sangat tercemar menjadi lebih bersih dan sehat. Keberlanjutan dalam menjaga Citarum memerlukan komando dan master plan yang dapat diterapkan juga pada DAS lainnya,” tutur nya.
Sementara itu Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, mengatakan, tidak ada satu pihak pun yang bisa menyelesaikan masalah air ini sendirian, dibutuhkan kerja sama lintas sektoral, lintas negara, dan lintas generasi untuk mencapai keberhasilan yang kita harapkan.
“Kami Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjaga Citarum Harum dan tentunya Kami pun berharap program ini bisa direplikasikan pada sungai-sungai lainnya,” tutur Bey.
Buku Citarum Harum diluncurkan dalam dua versi bahasa, yakni Bahasa Indonesia “Citarum Harum: Merawat Sungai Menyelamatkan Kehidupan” dan versi Bahasa Inggrisnya “Citarum Harum: Caring for Rivers, Saving Lives”.//


