www.bisnistoday.co.id
Minggu , 3 Mei 2026
Home EKONOMI Menteri Basuki Dorong BUJT Memodernisasi Layanan Jalan Tol
EKONOMI

Menteri Basuki Dorong BUJT Memodernisasi Layanan Jalan Tol

Grup Raflesia Catat Penurunan trafik tol.
GERBANG TOL Bakahueni, berada di tol Trans Sumatera. belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk meningkatkan tata kelola sistem layanan jalan tol. Masa Pandemi-COVID19 harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem operasi, termasuk memanfaatkan teknologi Sistem Operasi Jalan Tol (Intelligent Tollroad  System). 

“Saya berkeyakinan bahwa masa pandemi ini merupakan momentum untuk memperbaiki tata kelola pelayanan publik dan menyehatkan perusahaan operator jalan tol, seperti yang sudah terjadi pada sistem pelayanan kesehatan yang terus ditingkatkan dengan adanya pandemi,” kata Menteri Basuki pada acara Webinar bertajuk “Promoting the Intelligent Toll Road System in Indonesia” pada Kamis (29/7).

Menteri Basuki mengatakan, dengan semakin banyaknya ruas tol yang beroperasi, tantangan yang muncul adalah manajemen lalu lintas jalan tol yang semakin kompleks sehingga pemanfaatan  teknologi  untuk meningkatkan kinerja operasi jalan tol menjadi kebutuhan. Tercatat hingga akhir  tahun  2020, telah dioperasikan 2.346 km jalan tol oleh 40 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yang meliputi 60 ruas di seluruh Indonesia.

Baca juga : Asosiasi Jalan Tol Indonesia Harapkan Iklim Investasi Kondusif

“Tantangan manajemen lalu lintas jalan tol tidak hanya untuk kebutuhan mengelola 1,3 miliar  transaksi di tahun 2020 dengan  nilai Rp 22 Triliun, tetapi juga termasuk tata kelola pengoperasian lalu lintasnya untuk menekan atau mengurangi fatalitas kecelakaan yang ada. Inilah yang menjadi bagian penting dari the Intelligent Tollroad  System yang merupakan bagian dari Intelligent Transportation System,” ujarnya. 

Menurut Menteri Basuki, Intelligent Toll Road System atau Tollroad 4.0 akan menjadi fitur pengoperasian jalan tol di masa depan, dan akan diawali dengan implementasi sistem transaksi nirsentuh dan teknologi pemantauan kendaraan berat ke depan. Inovasi-inovasi diharapkan bisa terus dilahirkan, tentu saja dengan dukungan dari Intelligent Transport System (ITS) Indonesia.

Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan, dalam mendorong modernisasi layanan jalan tol, Kementerian PUPR tidak  akan berhenti pada implementasi sistem transaksi nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2023. Upaya modernisasi sistem operasi jalan tol juga akan dilakukan dengan pemanfaatan teknologi pengawasan (surveillance) untuk kendaraan-kendaran berdimensi lebih (overdimension), maupun yang bermuatan lebih (overload) untuk meningkatkan kelancaran jalan dan keselamatan serta kenyamanan terutama dalam pemeliharaan jalan. 

Baca juga : Penyelesaian Pengadaan Tanah Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang Dipercepat

“Saya ingin menegaskan kembali hasil kesepakatan bersama antara Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian dan Menteri PUPR pada rapat 24 Februari 2020 silam, bahwa kendaraan yang overdimension – overload atau kendaraan ODOL tidak diperbolehkan beroperasi di jalan tol mulai 1 Januari 2023,” tegas Menteri Basuki. 

Terapkan Teknologi WIM

Untuk itu Menteri Basuki menginstruksikan seluruh BUJT harus memasang instalasi teknologi Weight in Motion (WIM) dan   overdimension  detection   yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022. “Sehingga 1 Januari 2023 sudah mulai ada penindakan pelanggar ODOL. Teknologi ini akan terkoneksi dengan sistem penegakan hukum elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dioperasikan oleh Korlantas Polri,” ungkapnya. 

Baca juga : Jalan Tol Akses Patimban Ditawarkan ke Swasta

Terakhir Menteri Basuki menyampaikan apresiasi kepada ITS Indonesia yang telah menyelenggarakan acara webinar tersebut. “Kami  berharap ITS Indonesia dapat terus mendorong modernisasi jalan tol sehingga memiliki daya tarik dan memperoleh nilai tambah dari segi investasi sehingga pada akhirnya dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi kepentingan masyarakat,” ucapnya. 

Hadir pula sebagai pembicara dalam acara tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit, Presiden ITS Indonesia William P. Sabandar, Direktur Operasional PT. Jasa Marga Fitri Wiyanti, Direktur PT Roatex Indonesia Toll System Peter Ong, dan CEO NTS International Alexander Bondarenko./ADV

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Robot (Ilustrasi/unsplash/alex knight
EKONOMIOtomotif & Tekno

Konvergensi Teknologi Kunci Kemajuan di Masa Depan

JAKARTA, Bisnistoday – Di masa depan, kemampuan bersaing suatu negara atau perusahaan...

Kilang Minyak (Ilustrasi/Umsplash/maksym kaharlytsky)
EKONOMIEnergiGLOBALKawasan Global

UEA Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya pada Harga Minyak?

JAKARTA, Bisnistoday - Konflik di Timur Tengah telah berdampak pada organisasi negara-negara...

Mou Pengembangan Bioetanol (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

Kementan dan ESDM Percepat Hilirisasi Pertanian dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat program hilirisasi pertanian...

Sinergi Pengembangan Bioetanol (Dok PTPN)
EKONOMI

PTPN, Pertamina dan Medco Sinergi Kembangkan Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN...