www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 4 Juli 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Nasabah Kasus Gagal Bayar Asuransi Bumiputera Lakukan Aksi Damai ke Istana Negara
NasionalNASIONAL & POLITIK

Nasabah Kasus Gagal Bayar Asuransi Bumiputera Lakukan Aksi Damai ke Istana Negara

LAKUKAN AKSI DAMAI: Nasabah Asuransi Jiwa Bumiputera kembali gelar aksi damai. Jumlah nasabah yang menjadi korban kasus ini sangat besar, hingga jutaan nasabah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kasus gagal bayar Asuransi Bumiputera tidak tuntas sejak 2017 hingga hari ini. Jumlah nasabah yang menjadi korban kasus ini sangat besar, hingga jutaan nasabah. Padahal status klaim mereka juga sudah habis kontrak dan klaim polisnya, tapi hingga kini tidak ada pencairan dananya dan kepastian kapan akan dibayarkan. 

Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri asuransi di Indonesia tak kunjung berani menuntaskan kasus gagal bayar ini. OJK selalu beralasan kekosongan Badan  Perwakilan Anggota (BPA) Bumiputera sebagai dalihnya, meski kekosongan BPA terjadi  lebih satu tahun.

Sejak Desember 2020, BPA lama dipecat oleh OJK dan baru pada Mei 2022, BPA baru terpilih. Sangat lama proses pemilihan BPA baru dilakukan OJK. Dengan ada BPA baru, diharapkan OJK lebih mudah dalam mengawasi untuk mempercepat pembayaran klaim polis para pempol yang bertahun-tahun tertunda.

Sejak 2017 nasabah yang habis kontrak dan melakukan klaim atas polisnya tidak mendapat kepastian pencairan dana asuransinya

Akibat tiada kepastian penyelesaian kasus gagal bayar ini, Korban Gagal Bayar AJB Bumiputera 1912 akan melakukan aksi damai bersama dan serentak secara nasional untuk menuntut kepastian penyelesaian kasus ini yang cenderung bertele-tele.  

Aksi damai ini rencananya dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada 23-25 Mei 2022 di tiga lokasi berbeda. Aksi ini akan dilakukan oleh para nasabah korban gagal bayar Bumiputera di seluruh Indonesia. Seperti dari Jabodetabek, Batam-Kepri, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan lain lain. 

Aksi damai hari pertama akan dilakukan di DPR RI-Senayan Jakarta, hari kedua di Otoritas Jasa  Keuangan (OJK), dan ketiga dilakukan di kawasan Silang Monas Jakarta yang menghadap ke Istana Negara. 

Aksi ini dilakukan karena semakin kaburnya penyelesaian kasus gagal bayar Bumiputera hingga  hari ini, selain sudah terbentuk Dewan Komisioner baru OJK masa bakti 2022-2027.

“Aksi kali ini merupakan rangkaian dari aksi-aksi damai yang kami lakukan sebelumnya sejak 2020. Aksi ini menjadi gambaran puncak kekesalan dan keputusasaan  kami, sekaligus meminta perhatian pemerintah  Presiden Joko Widodo untuk membantu penyelesaian kasus ini secara tuntas dan pasti,” kata Koordinator Aksi Serentak Korban Gagal Bayar AJB Bumiputera 1912, Fien Mangiri dalam keterangan persnya, Senin (16/5). 

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan beberapa tuntutan sebagai warga negara dan rakyat Indonesia yang  menjadi korban asuransi Bumiputera. Kepada DPR RI, akan meminta para wakil rakyat ini  membantu dan mengawasi kepastian penyelesaian kasus gagal bayar ini, sekaligus mendesak  Dewan Komisioner OJK yang baru segera memprioritaskan penyelesaian kasus AJB Bumiputera  1912, dalam tempo secepat-cepatnya.

Salah satu korban gagal bayar, M Syakur Usman menambahkan, para korban juga meminta perhatian Presiden Joko Widodo untuk membantu masalah jutaan rakyat Indonesia yang kehilangan haknya akibat manajemen asuransi  yang bobrok ini. Sementara biaya kebutuhan hidup semakin tinggi kala pandemi ini dan tidak  bisa ditutupi lagi akibat kesulitan keuangan para nasabah yang mayoritas berasal dari kalangan  menengah-bawah. “Kami meminta belas kasih dan perhatian Presiden Joko Widodo kepada nasahah kasus gagal bayar Bumiputera.” 

Perwakilan nasabah dari wilayah Batam-Kepri, Yorinda dan Irma dari Sumatra Selatan, menambahkan selain aksi di wilayah masing-masing, kami pun mengutus perwakilan ke Jakarta untuk bergabung aksi bersama-sama di pusat dengan membawa data-data klaim polis korban Bumiputera di wilayah. “Kami menuntut segera klaim polis kami dibayarkan,” tegasnya.

Sebelum melakukan aksi ini, nasabah korban Bumiputera sudah melakukan berbagai upaya untuk mendesak penyelesaian kasus gagal bayar ini. Antara lain menghadiri rapat dengar  pendapat umum dengan Komisi XI DPR RI pada tahun 2020, penyampaian surat somasi ke  manajemen Bumiputera dan OJK./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

Rita Shafira Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Harmonisasi Pemerintahan yang Bermartabat

BANDUNG, Bisnistoday- TOKOH Wanita Kota Bandung yang juga warga Kota Bandung, Rita...

Patung Suku Osing
Nasional

Menjaga Budaya Osing, Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

BANYUWANGI, Bisnistoday - Suara kayu lesung yang berpadu, mengiringi suasana pagi di...

Pesawat ATR 42
Nasional

Insiden Pesawat Perintis PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Papua Pegunungan, Dikabarkan Pilot Meninggal

JAKARTA, Bisnistoday - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menerima laporan...

Menteri Nusron
Nasional

Hadiri Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron Bakar Semangat Nasionalisme Mahasiswa

BOGOR, Bisnistoday - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...