www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 April 2026
Home EKONOMI Nilai Ekspor Produk Sawit Tembus Rekor Tertinggi
EKONOMI

Nilai Ekspor Produk Sawit Tembus Rekor Tertinggi

industri sawit membaik
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat nilai ekspor produk minyak sawit bulan Mei 2021 mencapai USD 3,063 miliar dan merupakan rekor ekspor sawit bulanan tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian tersebut didukung oleh harga rata-rata bulan Mei yang sangat tinggi yaitu USD 1.241/ton cif Roterdam yang merupakan harga rata-rata bulanan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. 

“Nilai ekspor sawit tersebut mencapai 18,5% dari total nilai ekspor nasional bulan Mei yang besarnya US$16,60 miliar dan menghasilkan neraca perdagangan bulanan +USD 2,37 miliar,” ungkap Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif GAPKI melalui keterangan persnya di Jakarta, Rabu (14/7).

Baca juga : Industri Kelapa Sawit Mampu Menyerap 16,2 Juta Tenaga Kerja

Mukti Sardjono menuturkan, kenaikan nilai ekspor juga didukung oleh kenaikan volume ekspor sebesar 12,0% dari bulan April dan mencapai 2,952 juta ton. Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada produk olahan CPO sebesar 432 ribu ton (+22,9%) menjadi 2.318 ribu ton dan olahan PKO yang naik dengan 31 ribu ton (+34,8%) menjadi 119 ribu ton sedangkan ekspor CPO dan crude PKO keduanya turun 119 ribu ton (-40%). 

Menurut Mukti Sardjono, kenaikan ekspor tertinggi terjadi untuk tujuan Pakistan yaitu naik 138 ribu ton menjadi 265,5 ribu ton, tujuan Afrika (selain Mesir) naik 103,6 ribu ton menjadi 243,2 ribu ton, Timur Tengah (selain Mesir) naik 75,1 ribu ton menjadi 154,72 ribu ton, sedangkan ekspor ke Mesir turun 15,8 ribu ton menjadi 77,0 ribu ton. 

“Penurunan terbesar terjadi untuk tujuan China sebesar 157,6 ribu ton menjadi 467,3 ribu ton dan ke India sebesar 83,7 ribu ton menjadi 213,9 ribu ton,” tuturnya. 

Baca juga : Gapki Akui Geliat Industri Kelapa Sawit Mulai Membaik

Mengenai konsumsi dalam negeri, Mukti Sardjono menuturkan, konsumsi dalam negeri juga mengalami kenaikan sebesar 55 ribu ton menjadi 1,645 juta ton (+3,5%). Konsumsi untuk keperluan pangan mencapai 842 ribu ton naik 2,8%, oleokimia 176 ribu ton naik 8,6% dan untuk biodiesel 627 ribu ton atau turun 0,32% dari bulan sebelumnya. 

Ia menmabahkan, produksi sawit bulan Mei sebesar 4.354 ribu ton terdiri CPO sebesar 3.966 ribu ton dan PKO 388 ribu ton sehingga total kenaikan produksi CPO dan PKO adalah 257 ribu ton atau naik 6% dibandingkan produksi bulan April sebesar 4.097 ribu ton. 

“Kenaikan produksi tersebut lebih rendah dari kenaikan ekspor dan konsumsi sebesar 353 ribu ton, sehingga stok bulan Mei turun menjadi 2,884 ribu ton. Rendahnya stok minyak sawit dan juga beberapa minyak nabati utama lainnya menjadi salah satu penyebab tingginya harga minyak nabati,” terangnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Mou Pengembangan Bioetanol (dok PTPN)
EKONOMIEnergi

Kementan dan ESDM Percepat Hilirisasi Pertanian dan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat program hilirisasi pertanian...

Sinergi Pengembangan Bioetanol (Dok PTPN)
EKONOMI

PTPN, Pertamina dan Medco Sinergi Kembangkan Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN...

Donald Trump
EKONOMI

Sistem Pengamanan Presiden Donald Trump Dipertanyakan

JAKARTA, Bisnistoday - Sabtu (25/4/2026) lalu pukul 14.00 waktu setempat, Hotel Washington...

EKONOMIJakarta Region

Kecelakaan Kereta KRL dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

JAKARTA, Bisnistoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan...