www.bisnistoday.co.id
Senin , 16 Maret 2026
Home HEADLINE NEWS Ormas Islam Diminta Presiden Prabowo Untuk Turut Meredam Ketegangan Massa
HEADLINE NEWSPolitik & Keamanan

Ormas Islam Diminta Presiden Prabowo Untuk Turut Meredam Ketegangan Massa

Ormas Islam
PRESIDEN Prabowo Subianto berdialog dengan perwakilan pimpinan ormas Islam./ant/
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto meminta mayoritas Pimpinan organisasi Islam untuk turut membantu menenangkan situasi amarah masyarakat terhadap berbagai hal persoalan kebangsaan yang dihadapi. Mewakili suara para pimpinanan organisasi Islam, Gus Yahya, panggilan akrab Yahya Cholil Staquf pada kesempatan usai bertemu dengan Presiden Prabowo mengutarakan, bahwa keyakinan dirinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Bersama para pemimpin umat, dapat bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.

“Kami berdialog dari hati ke hati, memahami secara umum, tetapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini, dan kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat untuk supaya lebih tenang,” kata Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mewakili 16 ormas pada Sabtu (30/8) malam.

Menurut Gus Yahya, bahwa pertemuan di Hambalang hari ini akan dilanjutkan di istana Negara, Jakarta, juga bersama dengan perwakilan dari organisasi kemasyarakatan Islam.

“Mudah-mudahan dari sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari tubuh umat Islam di Indonesia ini,”tambah Gus Yahya.

Ke-16 ormas Islam termasuk NU dan Muhammadiyah memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, untuk berdialog dan berdiskusi membahas masalah dan tantangan yang dihadapi dalam beberapa hari terakhir.

Diskusi yang cukup panjang ini, dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, kemudian ada juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir semua perwakilan ormas memberikan masukan dan pandangan kepada Presiden Prabowo mengenai situasi terkini.

“Pak Presiden begitu terbuka, dan kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini dalam kemerdekaan, dan pascakemerdekaan memahami, menghayati betul bahwa persatuan, keutuhan dan masa depan bangsa itu perlu kita jaga bersama,” kata Haedar Nashir.

Ketum PP Muhammadiyah ini menuturkan, seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi dengan penuh tanggung jawab, dan penuh adab.Mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai hal-hal yang dapat merusak demokrasi, misalnya seperti aksi kekerasan, dan perbuatan-perbuatan lain yang dapat meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia./ant/

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Menhub
HEADLINE NEWS

Pemudik Diimbau Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Penyeberangan Jawa – Sumatra

SERANG, Bisnistoday  - Pemudik yang melintasi Pelabuhan Penyeberangan Merak – Bakahueni serta...

Emas Batangan
HEADLINE NEWS

Permintaan Global Meningkat, Picu Kenaikan HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Periode Kedua Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥...

Trafik Tol Cikampek
HEADLINE NEWS

Ratusan Ribu Kendaraan Meninggalkan Jabotabek, Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif Tol 30% Mulai 15 Maret 2026

JAKARTA, Bisnistoday- PT Jasa Marga mencatat terjadi peningkatan arus lalu lintas meninggalkan...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Gejolak Geopolitik dan Perang Dagang Bayangi Pasar Global, Investor Beralih ke Aset Aman

JAKARTA, Bisnistoday - Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat. Kombinasi ketegangan geopolitik, konflik...