www.bisnistoday.co.id
Kamis , 2 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Cermati Kondisi Politik Dalam Negeri, IHSG Kembali Terkoreksi
Bursa

Pasar Cermati Kondisi Politik Dalam Negeri, IHSG Kembali Terkoreksi

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (01/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdangan akhir pekan, Jumat (26/1) ditutup melemah 40,95 poin ke posisi 7.137,09. Sementara indeks LQ45 turun 8,30 poin ke posisi 951,49.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, pada perdangangan hari ini IHSG nyaman di zona merah. Pelaku pasar tamapknya memonitor faktor eksternal dan internal.

Dari dalam negeri, pasar terus mencermati kondisi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada bulan Februari 2024, dimana sejumlah isu mundurnya menteri turut memberikan warna pergerakan IHSG.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa seorang presiden boleh memihak kepada kandidat calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres dan diperbolehkan untuk berkampanye.

Pelaku pasar khawatir ketidakstabilan politik akan kembali menekan pasar keuangan dalam negeri seiring dengan pro kontra terhadap pernyataan tersebut.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor meningkat yaitu dipimpin sektor properti yang meningkat sebesar 0,30 persen, diikuti sektor keuangan yang meningkat sebesar 0,20 persen.

Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus sebesar 2,68 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun sebesar 1,54 persen dan 0,85 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PTMP, FORU, MAYA, SRAJ, dan IBOS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MSKY, WIDI, HACRO, RGAS dan GRPH.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.098.774 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,12 miliar lembar saham senilai Rp10,28 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 346 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.

Bursa Regional Asia

Sementara itu, bursa regional Asia juga terkoreksi akibat sikap wait and see pelaku pasar untuk masuk ke pasar keuangan menjelang rilis data laba industri di China.

Di sisi lain, perekonomian di AS pada kuartal IV tumbuh 2,5 persen year on year (yoy), yang memberikan sinyal bahwa perekonomian AS masih solid, sehingga diperkirakan The Fed tidak akan terburu-buru dalam memangkas suku bunga acuannya.

Baca juga: IHSG Kembali Ditutup Melemah

Sementara itu, bank sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga kebijakan tetap di level 4,5 persen dan memberikan sinyal pemangkasan mulai pertengahan tahun.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 485,39 poin atau 1,34 persen ke 35.751,10, indeks Hang Seng melemah 259,72 poin atau 1,60 persen ke 15.952,23, indeks Shanghai menguat 4,11 poin atau 0,14 persen ke 2.910,22, dan indeks Strait Times menguat 11,89 poin atau 0,38 persen ke 3.159,53./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...