JAKARTA, Bisnistoday – Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur akan menjadi pusat kontes produk perhiasan batu akik terbesar di DKI Jakarta. Kontes batu akik ini akan digelar bertepatan dengan serangkaian kegiatan HUT Kota Jakarta ke 496 tahun.
“Kita akan gelar kontes batu akik terbesar di DKI Jakarta, pada 24 Juni 2023 nanti. Kegiatan ini juga merupakan momentum dalam kegiatan HUT Kota Jakarta ke 496, serta festival Jatinegara,” ungkap Subhan, Kepala Pasar Rawa Bening, di Jakarta, Rabu (7/6).
Subhan mengatakan, kontes ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin tahunan pasar, dengan tujuan untuk mendorong semarak kegiatan usaha pedagang batu akik. Apalagi, sekarang sudah mulai membaik kegiatan usaha dagang batu akik di pasar Rawa Bening dibanding pendemik dua tahun lalu.
Para peserta kontes, lanjut Subhan, bisa mendaftar atau datang langsung di pasar Rawa Bening. Seperti biasanya, peserta membawa batu akik lebih dari satu untuk diajukan ke panitia. Khususnya untuk kontes pada Juni 2023 ini adalah batu akik pandan dan anggur.
“Kedua batu akik corak ini, merupakan ciri dari batu akik khas Betawi. Keduanya, merupakan batu akik yang sejarahnya dipakai oleh para jawara Betawi,” ujar Subhan.
Ia menambahkan, dalam kontes batu akik akan disiapkan para juri yang sudah tersertifikasi sebagai penilai batu akik. Nanti para master batu akik, akan berkumpul untuk menentukan batu akik mana yang layak dijadikan juara umum serta Juara I,II, dan III.
Pasar Mulai Ramai
Subhan mengatakan, geliat usaha batu akik sekarang sudah lebih baik dibanding pandemic. Masyarakat sudah mulai berdatangan untuk melihat-lihat ataupun sudah menyiapkan diri untuk berburu batu akik di pasar
“Lumayan lebih baik, dari 1.200 kios, kami ini di Rawa Bening terisi sekitar 900-an unit. Pasar sudah mulai kelihatan ramai, tidak seperti sebelumnya,” tuturnya.
Batu akik, kata Subhan merupakan produk unik bernilai tinggi. Hal tersebut terlihat dari transaksi yang lakukan para kios dengan harga batu akik sekitar Rp25 juta hingga 65 juta dengan kualitas batu akik yang unik. “Ini benda seni sebenarnya, harga sangat tergantung keunikan, bisa sampai ratusan juta,” ujar Subhan.
Mengenai pengunjung, Subhan mengaku tidak hanya masyarakat Jabodetabek, tetapi juga warga asing berdatangan. Tidak sedikit para WNA tersebut memburu batu akik sampai di Rawa Bening.
“Mereka itu, malah sangat respect dengan batu akik, dan menganggap benda unik bernilai tinggi.”/




