JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (26/7) ditutup stagnan di posisi Rp14,993 per dolar AS atau sama dengan penutupan pada perdagangan hari sebelumnya. Pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap kebijakan moneter yang dinilai agresif dari The Federal Reserve.
Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya menyebutkan, suku bunga acuan The Fed diperkirakan naik sebesar 75 basis poin dalam pertemuan The Fed pada tengah pekan ini, dengan sebagian pelaku pasar mengharapkan kenaikan 100 basis poin.
Suku bunga yang terlalu tinggi di tengah kondisi resesi ekonomi dan masih bertahan tingginya inflasi, serta tingkat klaim pengangguran, dinilai dapat berimbas buruk pada roda perekonomian, yang menyebabkan sebagian pelaku pasar menutup posisi untung dari dolar AS mereka.
Walau begitu, tingginya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih mempertahankan minat beli dolar AS di pasar global, yang dapat membatasi minat pada aset-aset berisiko.
Pelaku pasar menunggu petunjuk kenaikan suku bunga dari The Fed dan untuk setiap petunjuk ekonomi yang melambat akan mendorong pergeseran dari fokusnya pada inflasi.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.964 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.955 per dolar AS hingga Rp15.002 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14 984 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.992 per dolar AS./








































