www.bisnistoday.co.id
Minggu , 5 Juli 2026
Home GLOBAL Perdagangan Global Masih Bergejolak
GLOBALKawasan Global

Perdagangan Global Masih Bergejolak

KEGIATAN PERSIAPAN Presidensi G20 di Mumbai, India.
Social Media

MUMBAI, Bisnistoday – Indonesia mendorong hasil-hasil konkret Presidensi G20 Indonesia untuk memastikan perdagangan dan investasi dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi inklusif. Demikian juga, memastikan pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), penciptaan lapangan kerja, serta alih teknologi.

“Indonesia mengharapkan rangkaian Pertemuan G20 TIWG Presidensi India 2023 dapat melanjutkan capaian konkret hasil dari penyelenggaraan G20 Trade, Industry, and Investment Working Group (TIIWG) Presidensi G20 Indonesia 2022,” ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono.

Sementara,Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional diwakili Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Reza Pahlevi Chairul menambahkan, Indonesia berperan aktif dalam pertemuan Pertama Kelompok Kerja Perdagangan dan Investasi (Trade and Investment Working Group/TIWG) G20 India 2023 yang berlangsung di Mumbai, India pada 28—30 Maret 2023

Reza mengungkapkan, sebagai tuan rumah G20, India menyoroti situasi global yang masih menghadapi tantangan berat. Ini mengingat masih rentannya pemulihan ekonomi global pascapandemi yang diperburuk dengan meningkatnya eskalasi geopolitik.

“Kenaikan tingkat inflasi, ancaman ketahanan pangan dan energi global, disrupsi pada rantai nilai dan pasok, serta tingginya biaya hidup di banyak negara menjadi permasalahan utama yang menjadi fokus Presidensi G20 India,” terangnya.

Reza menyebut, Indonesia sebagai Negara Troika memiliki peran sentral dalam mendorong arah diskusi G20 India tahun ini. Indonesia memandang, banyak keselarasan antara isu prioritas yang diangkat India dengan isu prioritas G20 Indonesia tahun lalu.

Tema Presidensi G 20 India

Tahun ini Presidensi G20 India mengangkat empat isu prioritas. Pertama, kontribusi perdagangan untuk pencapaian kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. Kedua, rantai nilai global (global value chains/GVCs) yang inklusif dan tangguh. Ketiga, mendorong integrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di perdagangan global melalui peningkatan daya saing dan produktivitas UMKM. Keempat, kerja sama mengembangkan ekosistem logistik melalui paperless trade secara komprehensif.

“Isu pertama yang didorong India pada TIWG dipandang melanjutkan capaian Presidensi G20 Indonesia. Isu ini menekankan bahwa perdagangan dan investasi berperan sebagai mesin pertumbuhan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).” Terangnya,

“Terutama pengentasan kemiskinan dan penurunan kesenjangan. Selain itu, koordinasi kebijakan hambatan perdagangan nontarif, terutama dalam hal proteksi terhadap lingkungan dan perubahan iklim sangatlah penting agar tidak menjadi hambatan terselubung dalam perdagangan,” jelas Reza./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Kubah Panas (dok: NOAA/Al Jazeera)
GLOBALLingkungan

Apa itu Kubah Panas yang dapat Memicu Suhu Ekstrem?

JAKARTA, Bisnistoday - Gelombang panas diperkirakan bakal menyelimuti sebagian besar wilayah tengah...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

Perundingan AS-Iran Kemungkinan Sulit Dilanjutkan

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Iran mengungkapkan pembicaraan tidak langsung antara pejabat Amerika...

Warga di Roma, Italia yang dilanda gelombang panas (dok; Antonio Masiello/Getty Images)
GLOBALKawasan Global

Gelombang Panas di Eropa kian Meluas, Ribuan Orang Tewas

JAKARTA, Bisnistoday- Gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa kian meluas. Selain...

Ilustrasi Gempa (Freepik/brx)
GLOBALLingkungan

Setidaknya 32 Tewas dan 700 Terluka Akibat Gempa Venezuela

  JAKARTA, Bisnistoday- Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela, Kamis (25/6/2026), menewasan sedikitnya...