BANDUNG, Bisnistoday – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Jawa Barat (Jabar) pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), dalam jumlah peserta terbanyak pada pelaksanaan test kebugaran jasmani yang melibatkan 5.900 peserta, yang berasal dari 35 SLTA di Kabupaten Bandung Rabu (22/11).
Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mengatakan, pada peringatanHKN tingkat Kabupaten Bandung ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan secara serentak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung. Salah satunya adalah test kebugaran kesehatan yang diselenggarakan secara hybrid diikuti hampir 5.900 peserta.
“Alhamdulillah Dinkes mendapatkan Rekor MURI, yaitu test kebugaran dengan peserta terbanyak se-Indonesia. Dengan penghargaan yang diterima ini, menandakan bahwa harapan Masyarakat, dalam konteks meningkatkan Kesehatan, terhadap lamanya harapan hidup masyarakat yang semakin meningkat,” ujarnya.
Mudah-mudahan, kata bupati, dengan akses kesehatan lebih dekat kepada masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan, ini akan memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan harapan masyarakat Kabupaten Bandung tetap sehat dan bugar juga bisa melakukan kegiatan-kegiatannya secara sukses dan ditunjang kesehatan yang memadai.
“Tentunya pemerintah tidak mampu melakukannya sendiri, sehingga harus ada sinergi yang kuat dan kolaborasi yang erat antara pemerintah, swasta dan seluruh element masyarakat. Saya berharap transformasi kesehatan bisa ditegakkan untuk perubahan yang lebih baik,” tambahnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Yuli Irnawati Mosjasari menambahkan, berkaitan dengan HKN, pihaknya sudah melaksanakan delapan kegiataan, pertama melaksanakan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat dan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat di 62 titik.
Kedua melakukan gebyar screening penyakit tidak menular di 62 puskesmas, di antara melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital di tensi nadi untuk mengukur hipertensi, kemudian pemeriksaan kolesterol, gula darah untuk melihat penyakit-penyakit kronis.
“Kami pun melakukan pemeriksaan secara gratis di beberapa perusahaan untuk screening tersebut. Di mana dari screening tersebut dilakukan dan ditemukan 34,21 persen, yang berpotensi hipertensi. Kemudian kami menemukan 3,67 persen kasus diabetes dari screening tersebut,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Yuli, pihaknya juga melakukan screening dan imunisasi hepatitis B terhadap 1.076 tenaga kesehatan yang dilakukan secara terbatas, karena mereka berpotensi tertular penyakit hepatitis B dan berpotensi menular ke pasien.
Dinkes juga telah melaksanakan gebyar aksi bergizi serentak di 62 sekolah SMA dan SMP, sekaligus pemberian
tablet tambah darah sebanyak 12.400 siswa, pemberian tablet tambah darah itu dengan sasaran remaja putri.
“Selain itu Dinas Kesehatan juga melaksanakan kegiatan lainnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dalam upaya mewujudkan generasi sehat dan unggul di masa depan,” sambungnya.(Huda/vian)




