Kondisi masih dalam suasana berduka cita karena Bapak Hermanto Dardak baru saja tutup usia 20 Agustus 2022 karena kecelakaan di jalan tol Ruas Pemalang Batang KM 341+400 Jalur / B. Almarhum Hermanto Dardak adalah mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum periode 2009-2014. Peristiwa tragis bagi semua dan menyedihkan karena mantan WamenPU sendiri yang kecelakaan di jalan tol dari pekerjaan yang pernah ditanganinya dalam bidang jalan tol.
Kalau kondisi geometris jalan tol, seperti diinfokan oleh operator jalan tol Pemalang-Batang bahwa kondisi jalan normal dan datar dengan kondisi jalan baik tanpa kerusakan. Oleh Standby Statement operator jalan tol Pemalang-Batang menyatakan bahwa:
“Ditemukan posisi terakhir kendaraan Minibus Kijang Innova menghadap ke arah Selatan di antara di lajur 1 dan lajur 2 normal di bahu jalan, dan arus lalu lintas dilaporkan landai lancar dengan cuaca cerah. Secara teknis kondisi jalan baik tidak ada kerusakan pada perkerasan beton, alinyemen menikung kanan dan mendatar , jarak pandang normal tanpa gangguan.”
Kenyataan di atas dapat disimpulkan sementara bahwa kecelakaan kemungkinan kesalahan manusia (human error) karena menabrak truk dari belakang yang juga tengah berjalan dengan kecepatan normal 80 kmj, sedangkan kendaraan yang dikendarai almarhum melaju 100 kmj dari pengakuan pengemudi.
Perjalanan almarhum sebelum kejadian kecelakaan, beliau mengikuti acara di Semarang dari Jumat pagi sampai malam hari. Kemudian berangkat tengah malam karena ingin bertemu anaknya yang akan ke luar negeri Sabtu paginya. Dari kondisi seperti ini disimpulkan, kemungkian sopir pribadinya kelelahan atau kurang istirahat, mengingat kejadian kecelakaan jam 03:25 WIB pagi yang waktunya istirahat manusia normal.
Kondisi intangible ini seperti kelelahan atau kondisi psikis lainnya bagi pengemudi kendaraan sangat sulit diukur. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkirakan sekitar 80 % kecelakaan disebabkan oleh kelelahan.
Evaluasi Tol Trans Jawa
Telah banyak kampanye-kampanye keselamatan jalan yang umumnya mengutamakan kesehatan pengemudi yang tidak kelah dan tidak mengantuk. Kenyataanya masih banyak kejadian kecelakaan lalu lintas yang disebabkan faktor kesalahan manusia ketika mengemudi. Tidak harus menunggu korban baru lagi, khusus di ruas jalan tol Pemalang – Batang, baiknya BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dapat melakukan evaluasi kelaikan dan audit perlengkapan jalan tol.
Jalan tol Trans Jawa ruas panjang antar kota sangat melelahkan kalau malam, sangat membahayakan bila kecepatan tinggi. Pengemudi dapat mengantuk, hilang konsentrasi atau microsleep bila berkendara di jalan tol di malam hari yang geometrisnya lurus dan kondisi volume kendaraan sepi akan membosankan dan ada kejenuhan. Kondisi mengemudi membosankan dan jenuh ini dapat menyebabkan microsleep.
Secara keseluruhan jalan tol Trans Jawa bila malam hari sangat minim lampu jalan. Akibatnya jalan tol gelap gulita sehingga perlu konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan pengemudi cepat lelah akhirnya menjadi mengantuk akibat sindrom kelelahan kronis. Kasus lain adalah mata pengemudi cepat lelah karena silau sorotan lampu jauh (high beam) dari kendaraan lawan arah karena tanpa peredam silau di marka jalan tol.
Sebaiknya untuk keselamatan jalan tol sangat diperlukan peredam silau. Peredam Silau adalah bangunan yang berfungsi untuk melindungi atau menghalangi mata pengemudi dari kesilauan terhadap sinar lampu kendaraan yang berlawanan arah.
Alert System
Untuk mencegah pengemudi kelelahan dan mengantuk di jalan tol diperlukan rambu jalan sejenis alert system. Contoh termudah alert jalan tol adalah “singing road” yang merupakan jalan tol yang dapat menghasilkan nada suara. Umumnya Singing road dipasang di jalan tol lurus dan panjang yang diperkirakan berisiko menyebabkan pengguna jalan merasa bosan dan akan mudah mengantuk.
Jalan bernada ini memanfaatkan rumble strips atau pita penggadu, sehingga ketika dilindas oleh ban kendaraan akan menghasilkan suara bernada. Di Indonesia, singing road dapat ditemui di Tol Trans Jawa Km 616 ruas Ngawi-Kertosono, dan Gerbang Tol Nusa Dua Bali.
Singing road akan berdampak pada meningkatnya konsentrasi pengemudi, terutama pada kondisi jalan yang membosankan karena lurus dan panjang. Pemasangan pita penggaduh yang bisa menimbulkan nada lagu ini dinilai mampu menekan risiko kecelakaan di jalan tol akibat pengemudi mengantuk.
Selain Singing road, untuk keselamatan Trans Tol Jawa masih diperlukan Tempat Istirahat (rest area). Mengingat tempat istirahat di tol Trans Jawa terletak sangat berjauhan, baiknya tempat istirahat diadakan setiap 25 kilometer di jalan tol. Semakin banyak tempat istirahat, menjadi stimulan pengemudi untuk beristirahat.
Tempat istirahat harus diadakan pada jalan tol untuk kewajiban istirahat pengguna jalan tol. Tempat istirahat paling sedikit dilengkapi dengan jalan masuk dan jalan keluar ke jalan tol. Tempat istirahat memerlukan fasilitas tempat parkir yang memadai untuk semua jenis kendaraan, dan fasilitas umum. Tempat istirahat harus berada di luar Rumaja tol./
Oleh : Deddy Herlambang, Koordinator Tim Indonesia Toll Road Watch (ITRW)


