JAKARTA, Bisnistoday – Prabowo Subianto Calon Presiden Terpilih yang telah ditetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim As’hari pada Rabu (24/4) mengajak semua pihak terutama para pimpinan dan elite politik bangsa Indonesia untuk bersatu dan berkolaborasi bersama demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
“Saya kira dorongan kita sama seperti mas Anis dan Mas Ganjar sama untuk terbaik bagi rakyat Indonesia. Saya sampaikan bahwa pertandingan selesai. Kontestasi yang penting selain itu, rakyat menuntut bahwa semua unsur pimpinan harus bebekarja sama, harus kolaborasi, untuk membawa kebaikan, untuk membawa kesejahteran, kemakmuran, hilangkan kemiskinan, kelaparan serta korupsi,” ungkap Prabowo Subianto saat di KPU RI, Rabu (24/4).
Prabowo mengungkapkan, rakyat menuntut semua pimpinan dan elite bersatu dan rukun. Bersatu dalam arti berada didalam pemerintahan maupun diluar pemerintah. “Ini tuntutan rakyat kita harus bersatu dan rukun. Apakah bersatu ini harus berada didalam atau diluar, sama-sama berjuang untuk secapat-cepatnya, membawa kebaikan peningkatan untuk rakyat,” terangnya.
Pada prinsipnya, Capres Prabowo menegaskan, tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal tidak menikmati kemakmuran. “Jangan ada rakyat, anak kita tertinggal tidak menikmati kesejahretaran.Saya dan Gibran akan menjadi presiden dan wapres bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Saya akan buktikan bekejra dan berjuang untuk rakyat termasuk yang tak pilih saya,” cetusnya.
Kontestasi Sudah Usai
Prabowo mengungkapkan rasa bersyukur, bahwa Indonesia berhasil menjalankan proses demokrasi, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU. “Kita bersyukur bahwa, sistem kenegaraan sistem politik yang kita pilih dan pendiri bangsa, sistem demokrasi sistem kerakyatan, kedaulatan ditangan rakyat.”
Capres Terpilih ini, menuturkan, proses terpilihnya Presiden dan Wapres melalui pemilu berjalan cukup panjang. Kontestasi yang telah diwarnai persaingan, perdebatan keras, penuh semangat, penuh pandangan tajam.
“Tapi inilah tuntutan demokrasi, inilah yang diharapkan rakyat. Kontestasi tajam, debat, panas, tetapi satu yang kita saksikan bersama. Sekeras apapun, setajam apapun, kita menyadari kita tetap satu rumpun keluarga bersama, sama-sama anak bangsa.”
Kembali Prabowo menegaskan, bahwa kontenstasi selesai, pertandingan selesai, dan semua sudah lelah, dan terkadang ada diantaranyaa masih memendam rasa kecewa. “Mas Anis Muhaimin, saya pernah di posisi Anda. Saya tahu senyuman Anda berat sekali. Tetapi ini yang dituntut rakyat kita. Kalau kontenstasi adem-adem aja, kalau kontenstan tak tajam dan keras, tapi ini bukan pilihan. Rakyat minta pilihan, minta perbandingan. Saya terima kasih kepada Anis Muhaimin, dan Ganjar, Prof. Mahfud.”/








































