www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 2 Mei 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pangan
Ekonomi & Bisnis

Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pangan

PRESIDEN JOKOWI
PRESIDEN JOKO WIDODO saat Munas PDIP di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday -Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan mengenai pentingnya visi rencana kerja untuk membangun bangsa terutama mengenai kedaulatan pangan. “10 tahun ke depan, 5 tahun ke depan memang visi taktis itu harus kita miliki. Bukan visi misi yang terlalu bagus di awang-awang, tapi visi taktis, rencana kerja detail harus kita miliki,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden menyampaikan saat sambutannya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tahun 2023, di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, akhir pekan.

Presiden menuturkan bahwa masalah pangan merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk diselesaikan. Ia mengatakan, hal tersebut menyangkut ancaman perubahan iklim yang sangat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari saat ini.

“Kenaikan suhu bumi, kekeringan di mana-mana, kemarau panjang, sehingga menyebabkan gagal tanam, menyebabkan gagal panen, dan super el nino yang ada di tujuh provinsi di negara kita juga memengaruhi pasokan pangan pada rakyat kita Indonesia,” tutur Presiden.

Kondisi Geopolitik

Selain perubahan iklim, Kepala Negara melanjutkan, geopolitik dunia juga berpengaruh pada pasokan pangan. Presiden pun menjelaskan situasi perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan sejumlah negara di dunia menghadapi krisis pangan.

“Di Afrika, di Asia, maupun di Eropa sendiri kekurangan pangan itu betul-betul nyata dan terjadi. Harga yang naik secara drastis, bahkan kemarin saya membaca di sebuah berita di satu negara maju di Eropa anak-anak sekolah banyak yang sudah tidak sarapan pagi,” ujarnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan juga disebabkan oleh banyaknya negara yang berhenti mengekspor bahan pangan, termasuk salah satunya adalah beras.

“Bukan 19 (negara) lagi, tetapi 22 negara sekarang ini sudah tidak mau mengekspor bahan pangannya termasuk di dalamnya adalah beras. Ada Uganda, Rusia, India, Bangladesh, Pakistan, dan Myanmar terakhir juga akan masuk lagi tidak mengekspor bahan pangannya. Betapa nanti kalau ini diteruskan-teruskan semua harga bahan pokok pangan semuanya akan naik,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara menegaskan pentingnya membuat rencana secara detail. Presiden pun menjabarkan sejumlah infrastruktur yang diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan.

“Plan yang detail, rencana yang detail itu harus kita miliki sehingga jelas berapa waduk yang harus kita siapkan, berapa embung yang harus kita siapkan, berapa kilometer irigasi yang harus kita siapkan,” tegas Presiden./setpres

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Dirjen Intram
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Biaya Logistik Masih Tinggi, Kemenhub Genjot Multimoda dan Digitalisasi

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda...

Dirut Jasa Marga
Ekonomi & Bisnis

Pendapatan Usaha Tumbuh 10,4%, Jasa Marga Bukukan Laba Bersih Rp774,7 Miliar di Kuartal I Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mengawali tahun 2026...

Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiharjo
Ekonomi & Bisnis

Percepat Realisasi PSR, RSI Usul Pemberdayaan Petani Sawit

JAKARTA - Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto mengusulkan sejumlah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...