www.bisnistoday.co.id
Rabu , 4 November 2026
Home HEADLINE NEWS Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Termasuk Soeharto dan Gus Dur
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Pahlawan Nasional
PUTRA PUTRI, Presiden kedua RI, Jend. Besar Soeharto, di Istana Negara./ant/
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa yang dinilai memiliki jasa besar bagi negara dalam bidang kepemimpinan, demokrasi, hak asasi manusia, dan perjuangan rakyat.Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Acara dimulai dengan mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, disusul pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional “Negara tidak boleh melupakan jasa para pejuang yang telah memberikan segalanya untuk bangsa ini,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Sepuluh Tokoh Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Dalam Keppres tersebut, pemerintah menetapkan sepuluh tokoh sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional 2025, yakni:

  • K.H. Abdurachman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur
  • Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto – Jawa Tengah
  • Marsinah – Jawa Timur
  • Mochtar Kusumaatmaja – Jawa Barat
  • Hj. Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat
  • Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah
  • Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
  • Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur
  • Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
  • Zainal Abidin Syah – Maluku Utara

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta perwakilan keluarga para pahlawan.

Gelar untuk Soeharto dan Gus Dur, Simbol Rekonsiliasi Bangsa

Penetapan dua tokoh besar yakni Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menarik perhatian publik dan dianggap sebagai simbol rekonsiliasi sejarah bangsa.Keduanya memiliki latar belakang berbeda, namun sama-sama berperan penting dalam perjalanan Indonesia modern.

Putri Soeharto, Siti Hardijanti Hastuti (Tutut Soeharto), menyebut pro dan kontra terhadap keputusan ini sebagai hal yang wajar.“Pro kontra itu biasa, karena masyarakat kita beragam. Yang penting adalah melihat perjuangan beliau untuk bangsa,” ujarnya usai upacara.

Tutut juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas penetapan tersebut. “Terima kasih banyak kepada Pak Presiden. Karena beliau tahu betul perjuangan bapak sejak masa militer hingga membangun bangsa,” tambahnya.

Upacara diakhiri dengan penyerahan plakat dan dokumen gelar kepada keluarga ahli waris masing-masing pahlawan. Presiden Prabowo berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian tanpa pamrih.“Pahlawan adalah mereka yang tidak menuntut imbalan, tapi memberi segalanya untuk Indonesia,” tegas Presiden./ant/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Menperin
HEADLINE NEWS

PMI Manufaktur Membaik, Menperin Sarmuji Yakin Industri Bergerak Maju

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 mencapai...

Jasa Marga
HEADLINE NEWS

Infrastruktur Dunia Memasuki Era Sistem Terintegrasi Dengan Dukungan AI

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Dunia infrastruktur tengah memasuki babak baru. Pembangunan tidak lagi sekadar...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Indonesia Gandeng AS Antisipasi Lonjakan Investasi Manufaktur dan Pengembangan Teknologi Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkokoh posisi Indonesia sebagai magnet...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Wujudkan Campuspreneur, Kemendag Ajak Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Muda

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perdagangan mengajak mahasiswa IPB University Bogor, Jawa Barat,...