JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro menanggapi adanya peristiwa insiden mengerikan menimpa 631 siswa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Mereka semua dugaan keracunan setelah menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) program andalan pemerintah untuk anak-anak sekolah.“Jangan sampai program ini runtuh karena satu kesalahan,” ungkap Juri di Istana, kemarin.
Kejadian berawal saat jam makan siang, Selasa (22/9) dan Rabu (24/9). Para siswa dari berbagai sekolah termasuk SMK Karya Perjuangan menyantap paket MBG. Tak lama berselang, puluhan bahkan ratusan siswa mengeluh mual, muntah, dan lemas.
Hingga Rabu sore, jumlah korban mencapai 631 siswa. Kasus terbaru terjadi di Kecamatan Cipongkor, dengan dugaan sumber makanan dari dapur SPPG Kampung Pasirsaji, Desa Negalsari.
Juri Ardiantoro langsung turun bicara di Istana Kepresidenan. Ia menegaskan: pemerintah tidak main-main menangani kasus ini. “Yang penting, kita selamatkan program yang baik ini. Karena program ini dibutuhkan anak-anak kita,” tegasnya.
Langkah cepat sudah dilakukan: tim medis dikerahkan, fakta-fakta ditelusuri, dan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Kantor Staf Presiden (KSP) turun tangan.
Apakah Makanan Memang Bermasalah?
Meski belum ada hasil resmi, tudingan soal kebersihan dan kualitas makanan mulai mengemuka. Tim Dinas Kesehatan Bandung Barat masih menginvestigasi dapur SPPG yang diduga jadi sumber kontaminasi.
“Kami tidak menutup kemungkinan ada kelalaian dalam rantai distribusi atau penyimpanan makanan,” ucap Lia N. Sukandar, Plt. Kepala Dinas Kesehatan setempat.
Program MBG yang dibanggakan sebagai solusi gizi anak bangsa kini menghadapi tes kredibilitas terbesar. Jika tidak segera ditangani transparan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik akan runtuh.“Kami tidak akan diam. Ini soal keselamatan anak-anak, bukan soal target atau angka,” pungkas Juri./Ant


