www.bisnistoday.co.id
Jumat , 25 September 2026
Home EKONOMI RI dan Inggris Sepakat Pacu Perdagangan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

RI dan Inggris Sepakat Pacu Perdagangan

MENTERI PERDAGANGAN, Zulkifli Hasan saat bertemu utusan PM Inggris.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan optimistis bahwa Komite Gabungan Bidang Ekonomi dan Perdagangan (Joint Economic and Trade Committee/JETCO) antara Indonesia dan Inggris akan dapat mendorong perdagangan kedua negara. Ia pun berkomitmen untuk terus menjajaki berbagai peluang untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dan Inggris.

Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu Utusan Perdana Menteri Inggris Bidang Perdagangan Richard Graham hari ini, Senin (5/6) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

“Saya optimistis program kerja sama di bawah JETCO akan meningkatkan perdagangan dan investasi dua arah antara Indonesia dan Inggris. JETCO menjadi salah satu upaya dari sekian banyak ruang yang dapat dijajaki kedua negara untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Pada Pertemuan Pertama JETCO Indonesia—Inggris di awal 2022, kedua pihak membentuk Kelompok Kerja Sektoral bidang Energi Terbarukan dan Pertumbuhan Hijau. Dibentuk pula Kelompok Kerja Sektoral bidang Makanan, Minuman, dan Agrikultur.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, Indonesia dan Inggris berencana membentuk Kelompok Kerja bidang ekonomi digital pada Pertemuan ke-2 JETCO.

“Kami masih mendiskusikan opsi tanggal Pertemuan ke-2 JETCO dan akan mengomunikasikannya bersama-sama. Saya harap kedua pihak dapat menjajaki potensi perundingan perjanjian perdagangan dalam pertemuan tersebut,” kata Mendag Zulkifli Hasan.

Aspek Lingkungan

Dalam pertemuan dengan Utusan Perdana Menteri Inggris kali ini, Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan bahwa Indonesia memperhatikan perkembangan kebijakan lingkungan Inggris. Hal tersebut termasuk peraturan uji tuntas terhadap produk kehutanan dan rancangan kebijakan terkait kebocoran karbon.

“Kebijakan tersebut berpotensi menghambat ekspor Indonesia ke Inggris. Indonesia berharap kebijakan Inggris tidak diskriminatif dan tidak menciptakan hambatan perdagangan,” kata Mendag Zulkifli Hasan. /

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ekonomi & Bisnis

Hartadinata Perkuat Pasokan Emas melalui Kerja Sama Pembelian Emas Murni dengan PT Freeport Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday– PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat bisnis bullion melalui kerja...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

Ekonomi & Bisnis

ProtoArc Indonesia Hadir di CIEIE 2026, Tawarkan Workspace Ergonomis

JAKARTA, Bisnistoday - China (Indonesia) International E-Commerce Industry Expo 2026 (CIEIE 2026)...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...