www.bisnistoday.co.id
Minggu , 28 Juni 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Saham Sektor Kesehatan dan Teknologi Dorong Penguatan IHSG
BursaBURSA & KORPORASI

Saham Sektor Kesehatan dan Teknologi Dorong Penguatan IHSG

IHSG menguat
IHSG pada perdagangan akhir pekan,Jumat (17/05) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Menguatnya saham sektor kesehatan dan teknologi mendorong naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/1). IHSG ditutup menguat 32,65 poin ke posisi 6.600, 83, sementara indeks LQ 45 naik 7,52 poin ke ke posisi 946,86.

Tim riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan, menguatnya IHSG juga didukungoleh aksi beli terhadap saham berkapitalisasi besar dan menguatnya komoditas emas dan batu bara.

Sementara sentimen negatifnya antara lain melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron dalam negeri dan melemahnya indeks di bursa Wall Street menjelang dilaksanakannya rapat bank sentral AS The Fed.

Dibuka menguat, IHSG bergerak variatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mayoritas menghabiskan waktu di teritori positif hingga akhirnya mendarat di zona hijau.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dimana sektor kesehatan naik paling tinggi yaitu 1,89 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,68 persen dan 1,16 persen.

Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor properti & real estat dan sektor perindustrian masing-masing sebesar minus 1,22 persen dan minus 0,05 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” di seluruh pasar sebesar Rp60,24 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi jual asing dengan jumlah jual bersih Rp106,41 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.411.429 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,43 miliar lembar saham senilai Rp13,61 triliun. Sebanyak 267 saham naik, 251 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 120,01 poin atau 0,44 persen ke 27.011,33, indeks Hang Seng naik 46,29 poin atau 0,19 persen ke 24.289,9, dan indeks Straits Times meningkat 23,81 atau 0,73 persen ke 3.271,57.

Rupiah Melemah Tipis

Di pasar uang, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah tipis 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.353 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.350 per dolar AS.

“Investor menunggu keputusan kebijakan terbaru The Federal Reserve. Selain itu, kekhawatiran geopolitik atas Ukraina menurunkan selera risiko,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Pelaku pasar tengah fokus terhadap kebijakan moneter The Fed yang akan dirilis pada Kamis (27/1) dini hari.

Investor akan mencari petunjuk untuk waktu kenaikan suku bunga dan pengetatan kuantitatif. Sebagian investor berekspektasi kenaikan suku bunga pertama dilakukan oleh The Fed pada awal Maret 2022.

Sebelumnya, dalam notula rapat kebijakan moneter edisi Desember yang dirilis pada awal bulan ini, The Fed disebut tidak hanya akan mengerek suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun ini, tetapi juga kemungkinan akan mengurangi nilai neracanya.

Sementara itu, terkait kondisi geopolitik di Ukraina, para pemimpin barat terus mempercepat persiapan untuk melawan setiap aksi militer Rusia di Ukraina.

Rusia menyatakan “keprihatinan besar” setelah AS menempatkan 8.500 tentara dalam siaga untuk siap dikerahkan jika terjadi invasi Rusia ke Ukraina.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.333 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.322 per dolar AS hingga Rp14.356 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu menguat ke posisi Rp14.346 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.358 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

Trading Saham
BursaHEADLINE NEWS

Investor Asing Mulai Berani Masuk Selektif ke Saham Perbankan

JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (17/6) kemarin...

Ilustrasi pergerakan saham (dok:Unsplash/jakub Żerdzicki)
Bursa

Dampak Perdamaian AS Iran: Harga Minyak Turun, Saham Naik

JAKARTA, Bisnistoday –Kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang berdampak pada melonjaknya harga saham...