www.bisnistoday.co.id
Tuesday , 23 June 2026
Home EKONOMI Sektor Maritim Harus Berinovasi Menyongsong Poros Maritim Dunia 2045
EKONOMI

Sektor Maritim Harus Berinovasi Menyongsong Poros Maritim Dunia 2045

Social Media

JAKARTA,Bisnistoday- Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia harus bisa membangun inovasi di bidang maritim untuk mendukung visi sebagai poros maritim dunia pada 2045.

Sebagai negara kepulauan terbesar yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia harus memanfaatkan laut dan menjadikannya sebagai sumber kehidupan jika ingin jadi negara maju.

“Ide pengembangan smart maritime harus diarahkan agar kita bisa mencapai cita-cita di 2045, saat 100 tahun kemerdekaan, yaitu Indonesia berdaulat, adil, maju, dan makmur,” katanya dalam Webinar IATI-KORIKA terkait smart maritime and smart agriculture secara daring di Jakarta, Rabu.

Mantan Menteri Keuangan itu menuturkan ekonomi maritim baru menyumbang 6,4 persen dari total perekonomian pada 2015.

Untuk bisa mewujudkan visi poros maritim dunia, setidaknya Indonesia harus bisa meningkatkan kontribusi tersebut menjadi 12,5 persen atau dua kali lipatnya pada 2045.

“Fokusnya pada konektivitas laut, industrialisasi perikanan dan tentunya tourism, terutama wisata bahari,” katanya.

Kendati penting menempatkan sektor maritim sebagai salah satu penggerak ekonomi, Bambang menyebut keberadaan sumber daya manusia (SDM) maritim juga sangat penting untuk menuju kemakmuran.

“Kita harus mampu menciptakan SDM maritim yang unggul dengan didukung inovasi teknologi kemaritiman,” katanya.

Bambang pun menilai pembangunan berbasis inovasi kini jadi keharusan agar Indonesia bisa maju dan keluar jadi jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).

“Salah satu inovasi di kemaritiman karena wilayah kita sebagian besar adalah wilayah laut. Dan Indonesia harus bisa hidup dari kemampuan industri maritim tersebut serta kemampuan kita menjaga wilayah laut kita,” katanya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan teknologi informasi di industri maritim harus benar-benar bisa dikuasai.

“Paling tidak kalau belum bisa menciptakan teknologinya, kita harus bisa meng-utilisasi teknologi itu dengan semaksimal mungkin dengan menciptakan efisiensi di sektor maritim,” katanya./


Archives

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Aturan Baru: Platform E-commerce Wajib Cantumkan Seluruh Biaya Dalam Perjanjian Kemitraan

  JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gandeng ID Food, Koperasi Ekspor Gambir ke India dan Pakistan

JAKARTA, Bisnistoday - Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera...

Sosialisasi AASI
EKONOMIPerbankan & Asuransi

Workshop Fit and Proper Test Perdana, AASI Matangkan Kesiapan Industri Hadapi Spin-Off

JAKARTA, Bisnistoday - Menjelang target penyelesaian spin-off sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan...

Timnas Belanda saat jeda hidrasi. (dok:Completesports)
EKONOMISport & Health

Jeda Hidrasi, untuk Kepentingan Pemain atau FIFA?

JAKARTA,Bisnistoday – Pada Piala Dunia 2026 yang diadakan di Amerika Serikat, Kanada,...