JAKARTA, Bisnistoday- Pertandingan keempat babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Qingdao, Selasa (15/10) malam, antara Timnas Indonesia mesti mengakui kekalahan dengan China. Timnas Indonesia lebih banyak menyerang dan menciptakan peluang, mesti harus mengakui kekalahan dengan skor 1-2 menang China.
Wajar saja, melawan Tim Naga yang berpaut 38 peringkat di atas Indonesia, sungguh tidaklah gampang. Nathan Tjoe-A-On dan kawan-kawan tampil spartan untuk menyajikan pemandangan langka tentang tim Indonesia yang tampil lebih mendikte dalam pertandingan tandang internasional.
Apabila sebuah pertandingan tidak dinilai dari skor akhir dalam laga itu, maka di Qingdao Youth Football Stadium di China itu Indonesia adalah tim yang lebih baik.Tetapi tim yang lebih baik kadang bukan tim yang memenangkan pertandingan. Ini sudah lumrah terjadi dalam pertandingan-pertandingan kompetitif, termasuk di level Piala Dunia dan Piala Eropa.
Memang dibalik kepercayaan yang tinggi Tim Sin Tae-yong ini, terbuka celah kelemahan diri sehingga tim Kungfu in jeli memanfaatkan peluang untuk tendangan mematikan. Dragon Team jeli memanfaatkan kepercayaan diri skuad Shin Tae-yong yang sempat terlalu tinggi pada babak pertama, sampai mereka menciptakan gol pertama yang disarangkan pemain muda asal Xinjiang, Behram Abduweli.
Selanjutnya, Gol kedua China yang dibuat Zhang Yuning juga terjadi karena hampir semua pemain Garuda begitu semangatnya, maju menyerang, sampai terlambat mencegah China melancarkan serangan balik nan cepat berbuah gol.bShin Tae-yong lalu mengubah pola bermain tim dengan tak lagi memasang tiga bek tengah.
Tampil Mendikte Lawan
Dalam kiprah selajutnya, Shin Tae-yong lagi-lagi mencoba peruntungan timnya dengan memasukkan Pratama Arhan yang spesialis lemparan ke dalam, guna merusak tembok berlapis pertahanan China.Terbukti kemudian pemain Suwon FC inilah yang merusak konsentrasi barisan belakang China ketika lemparan ke dalamnya menjadi awal bagi terciptanya gol Thom Haye empat menit menjelang waktu normal 90 menit habis.
Arhan hampir mengulanginya pada menit-menit kemudian, tapi kali ini pemain-pemain China lebih siap menangkal kemungkinan kemelut akibat lemparan ke dalam gelandang Indonesia itu. Ini memang kekalahan yang menyesakkan dada, terutama karena kedua gol lawan tercipta akibat komunikasi bermain yang sempat buruk pada babak pertama.Namun jika melihat statistik pertandingan ini secara umum, Garuda adalah tim yang lebih dominan./ant








































