SERANG, Bisnistoday- Kementerian PUPR menargetkan pembangunan tol Serang-Panimbang tuntas dan beroperasi pada Kuartal I -2024. Kini jalan tol Serang – Panimbang untuk Seksi I (Serang-Rangkas Bitung) telah beroperasi Desember 2021 lalu.
“Akan kita selesiakan kuartal pertama 2024 supaya bisa dimulai untuk mendukung destinasi wisata Tanjung Lesung,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat Ground Breaking Tol Serang Panimbang Seksi 3 ( Cileles- Penimbang) di Panimbang, Banten, Senin (8/8).
Menteri Basuki menjelaskan, Tol Serang -Panimbang dengan panjang total 83 Km. Sebagian ruas tol yakni seksi I (Serang -Rangkasbitung) sudah beroperasi. Sedangkan untuk Seksi 2 (Rangkasbitung -Cileles) sedang tahap konstruksi.
Progres pekerjaan Seksi 2 sudah berjalan sekitar 30 peraen. “Jadi untuk seksi 3 ini merupakan bagiannya,” tuturnya.
Secara keseluruhan, lanjut Menteri Basuki, proses pembangunan Tol Serang Panimbang yang dikerjakan melalui skema KPBU sepanjang 50 Km sedangkan bagian pemerintah dengan anggaran investasi Rp4,6 Triliun.
Guna mendukung percepatan pengembangan KEK, Kementerian PUPR telah menyiapkan sistem penyediaan air minum. Demikian pula, telah disiapkan rumah susun sewa bagi pekerja di kawasan Ekonomi Khusus.
“Tadinya waktu tempuh ke Tanjung Lesung sekitar 5 jam akan menjadi lebih cepat sekitar 2,5 jam, melalui tol ini,” terang Menteri Basuki.
Menteri Basuki, juga mengutarakan exit tol Serang -Panimbang akan berada di area strategis yang menghubungkan dengan kawasan produksi dan pariwisata.
Jubir Kementerian PUPR, Endra S Atmawijaja pada kesempatan tersebut menjelaskan secara terperinci mengenai tol Serang -Panimbang. Untuk Seksi I, Serang rqngkas bitung, 26,5 km telah beroperasi pada 5 Desemver 2021 dengan Badan Usaha Jalan Tol PT WIKA Serang Panimbang.
Sementara, untuk Seksi 2 (Rangkas Bitung – Cileles) dengan panjang 24,17 Km, dikerjakan oleh BUJT PT WIKA Serang Panimbang.dengan progres konstruksi mencapai 31,2 persen dengan perkiraan beroperasi pada Kuartal 2 2024 mendatang.
Sedangkan, untuk Seksi 4 ( Cileles – Panimbanh) sepanjang 33 Km dengan kondisi sekarang masa persiapan konstruksi dengan target operasi Kuartal 2 Tahun 2024 mendatang.
KEK Tanjung Lesung
Menko Maritim dan Inveatasi, Luhut B Pandjaitan mengatakan pembangunan jalan tol harus diiringi dengan penebangan KEK Tanjung Lesung. Saat ini, pembangunan jalan tol menggunakan pendanaan melalui pinjaman China.
Apabila konstruksi tol ini dapat segera dituntaskan maka perekonomian wilayah Banten akan terangkat. Sekarang ini, pertumbuhan Banten sudah lebih baik dari nasional atau sekitar 5,4 persen pada Kuartal II ini.
“Jadi kalau tol ini selesai, saya kira mereka bisa cepat tumbuh diatas 6 persen dalam beberapa tahun ke depan,”tuturnya.
Luhut juga menepis anggapan, bahwa pinjaman Rp7 triliun pemerintah yang dilontarkan berbagai pihak seakan sangat mengkhawatirkan. Apabila hutang digunakan untuk membangun simpul-simpul ekonomi maka prasarana yang dibangun itu akan membayar sendiri utang yang digunakan.
“Kita salah satu negara yang punya utang terkecil di dunia, 40 persen sekian dari PDB itu dimanage dengan baik,” tukasnya.
Ia mengatakan dengan nada tinggi agar media menyampaikan kepada orang yang bicara tidak jelas tentang hutang pemerintah. “Sekarang Pak Basuki di sini kita selesaikan (konstruksi tol) dengan baik,,” ucapnya./








































