JAKARTA, Bisnistoday – Aksi jual asing masih terus terjadi dalam beberapa hari belakangan, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan. Secara kumulatif, IHSG dalam lima hari mengalami pelemahan 0,4%. Hal ini diungkapkan oleh Analis Mirae Asset Sekuritas, Rully A. Wisnubroto di Jakarta, Rabu (30/10).
“IHSG pada perdagangan kemarin (29/10) diutup melemah untuk ke-5 kalinya berturut-turut, kali ini sebesar 0,4% menjadi 7.606,6 (+4,6% YTD). Secara kumulatif, IHSG dalam 5 hari terakhir sudah melemah 2,4% dan investor asing sepanjang bulan Oktober melakukan net sell mencapai IDR9,5triliun (USD611 juta),” ungkap Rully dalam keteraganya di Jakarta.
Dari sisi teknikal, Tasrul Tanar, Analis Mirae Asset Sekuritas menuturkan, IHSG Daily masih konsolidasi di 7,606.6 (-0.37%), dengan perkiraan pergerakan harian dalam rentang 7,569 – 7,646. Untuk level krisis pergerakan pada pada posisi 7,500.
Ia mengatakan, indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan Wiiliam%R optimized secara umum masih rawan koreksi. Indeks ini berada di atas center line pada Bollinger Bands Optimized.Pada periode weekly, indikator MFI optimized ,indikator RSI Optimized dan indikator William%R optimized masih rawan koreksi dengan sebaran volume terbanyak baik sisi demand dan supply berada di atas level saat ini.
Lebih lanjut Rully Wisnubroto mengungkapkan, tekanan juga dialami oleh Rupiah yang telah mengalami tren depresiasi sejak pekan lalu dan kemarin ditutup pada level IDR15.760 per USD, yang merupakan posisi terlemahnya terhadap Dollar sejak pertengahan bulan Agustus.
“Pada saat yang bersamaan imbal hasil SBN tenor 10 tahun mengalami tren kenaikan, dan kemarin ditutup pada level 6,86%, tertinggi sejak awal bulan Agustus. Tren koreksi pasar Indonesia dipengaruhi oleh sentimen risk-off pasar global,” urainya.
Pasar menanti rilis data ketenagakerjaan AS untuk bulan Oktober yang akan dirilis akhir pekan ini karena akan menentukan ekspektasi seberapa besar pemangkasan suku bunga ke depan. Konsensus memperkirakan tingkat pengangguran akan tetap berada pada level 4,1%, dan non-farm payroll turun ke 110 ribu (vs. 254 ribu di bulan September).
“Selain itu pasar juga masih mengamati perkembangan politik AS menjelang Pemilu Presiden yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 November,” tuturnya.//




