JAKARTA, Bisnistoday — PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), produsen cat Dulux, memperkenalkan tren warna ‘Rhythm of Blues’ sebagai Colours of the Year 2026.
Berbeda dari tren warna sebelumnya yang hanya memperkenalkan satu warna tunggal, tahun ini Rhythm of Blues™ menghadirkan tiga nuansa biru yang merepresentasikan ritme hidup yang beragam.
Slow Swing™ menawarkan biru gelap yang menenangkan untuk membantu melambat dan memulihkan energi, cocok untuk ruang istirahat dan refleksi.
Mellow Flow™ menghadirkan biru terang yang lembut untuk menciptakan rasa seimbang dan kebersamaan di ruang keluarga maupun area komunal.
Sementara Free Groove™ menjadi nuansa biru yang lebih ekspresif dan energik, memberi ruang bagi kreativitas tanpa kehilangan rasa nyaman.
Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, menjelaskan pemilihan warna dalam Rhythm of Blues™ berangkat dari pemahaman bahwa setiap individu memiliki ritme hidup dan kebutuhan emosional yang berbeda.
“Setiap individu memiliki cara berbeda dalam menemukan ketenangan. Lewat Rhythm of Blues™, kami ingin menunjukkan bahwa ketenangan itu personal. Ada biru untuk setiap ritme hidup dan setiap ruang,” ujar Ayu dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Warna biru telah lama diasosiasikan dengan ketenangan, stabilitas, dan rasa aman. Berbagai kajian psikologi warna menunjukkan bahwa paparan warna biru kerap dikaitkan dengan respons emosional yang lebih tenang serta pengalaman ruang yang terasa lebih nyaman dan seimbang.
Pemahaman inilah yang menjadi dasar pemilihan spektrum biru dalam Rhythm of Blues™, menjadikan warna bukan sekadar elemen estetika, tetapi bagian dari pengalaman ruang yang mendukung kesejahteraan emosional.
Pemilihan tren warna tersebut juga didasarkan pada riset sosial dan budaya global yang dilakukan AkzoNobel Global Aesthetic Center, yang selama lebih dari 30 tahun menerjemahkan dinamika kehidupan masyarakat dunia ke dalam warna hunian.
Riset terbaru menunjukkan, kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan mendorong masyarakat memaknai ruang hunian dan publik sebagai sarana pemulihan emosi serta keseimbangan hidup.
Temuan tersebut kemudian diterjemahkan melalui peluncuran Colours of the Year 2026 bertema Rhythm of Blues™ yang diusung lewat kampanye #TemukanTenangmu, berbasis riset sosial, budaya, dan emosional tahunan.
“Kami berharap setiap ruang bisa menjadi tempat untuk merasa lebih seimbang, lebih terhubung, dan lebih tenang. Bersama Dulux, mari temukan tenang di setiap ruangan,” tuturnya.
Ia mengajak masyarakat memandang warna tidak hanya sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman ruang yang mendukung rasa aman, nyaman, dan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari perspektif arsitektur, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto, menilai bahwa seiring meningkatnya kebutuhan akan ruang yang berorientasi pada kesejahteraan, warna kini menjadi bagian integral dalam perancangan.
“Praktik desain saat ini, kami tidak lagi hanya memikirkan bentuk dan fungsi, tetapi juga bagaimana ruang memengaruhi kondisi mental penggunanya. Warna biru membantu menurunkan intensitas visual dan menciptakan rasa stabil, sehingga ruang terasa lebih tenang tanpa menjadi dingin atau pasif,” jelas Teguh.
Sylvia M. Siregar, Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation, menilai pendekatan warna dalam Rhythm of Blues™ relevan dengan isu kesehatan mental dan kesejahteraan sosial, khususnya bagi anak-anak neurodiverse.
“Bagi anak-anak dengan neurodiverse, ruang dan warna bukan sekadar estetika. Lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan, meredam overstimulasi, dan menciptakan rasa aman,” kata Sylvia.
Menurutnya, ruang dan warna berperan penting dalam mendukung kondisi emosional anak di tengah dunia modern yang sarat rangsangan visual.
“Dalam pengalaman kami, warna biru sering menjadi penyeimbang emosional yang membuat anak lebih tenang dan fokus,” jelasnya.
Sementara itu, Feng Shui Expert, Jenie, memandang rumah sebagai pusat keseimbangan energi di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan. Menurutnya, dalam feng shui, rumah ideal adalah rumah yang membantu penghuninya menurunkan ritme setelah aktivitas yang padat.
“Warna biru memiliki karakter yang lembut dan menenangkan, sehingga mudah diterapkan di berbagai ruang. Dengan pilihan nuansa biru seperti Slow, Flow, dan Free dalam Rhythm of Blues™, warna dapat disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan energi penghuninya. Pendekatan ini membantu menciptakan rumah yang lebih seimbang, personal, dan nyaman untuk ditinggali,” ungkapnya.
Melalui peluncuran Dulux Colours of The Year 2026: Rhythm of Blues™, Dulux mengajak masyarakat Indonesia memandang warna sebagai solusi hidup yang lebih seimbang, dengan ketenangan sebagai hak setiap orang. (E2-NOVITA LESTARI)








































