www.bisnistoday.co.id
Jumat , 3 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Tekanan Fiskal Meningkat, Pasar Obligasi dan Rupiah Jadi Sorotan Investor
HEADLINE NEWS

Tekanan Fiskal Meningkat, Pasar Obligasi dan Rupiah Jadi Sorotan Investor

Kemenkeu
KANTOR Kementerian Keuangan RI di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tantangan fiskal Indonesia kembali menjadi perhatian pelaku pasar keuangan. Proyeksi peningkatan belanja pemerintah sekitar 11 persen tahun ini, di tengah keterbatasan penerimaan negara, memicu ekspektasi meningkatnya ketergantungan pemerintah terhadap penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

Analis Fixed Income PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong revisi naik penerbitan bruto SBN pada 2026. “Mengacu pada pola penerbitan sebelumnya, realisasi SBN ritel bisa melampaui target indikatif. Proyeksi penerbitan bruto SBN berpotensi naik dari sekitar Rp1.600 triliun menjadi mendekati Rp1.750 triliun,” ujarnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) melalui SBN berdenominasi valuta asing. Skema ini dinilai konstruktif bagi penyerapan likuiditas dolar AS di dalam negeri serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, besarnya pasokan SBN menuntut kredibilitas kebijakan dan koordinasi yang solid antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan.

“Pengelolaan likuiditas menjadi krusial untuk menjaga daya serap pasar dan membatasi tekanan kenaikan yield,” kata Jessica.

Di pasar sekunder, yield SBN tenor 10 tahun tercatat turun ke level 6,33 persen, seiring penguatan rupiah ke kisaran Rp16.777 per dolar AS. Pergerakan ini didukung oleh pelemahan indeks dolar AS (DXY) ke level 97 serta penurunan yield US Treasury 10 tahun ke 4,20 persen, yang menjaga spread obligasi Indonesia dan AS tetap stabil di sekitar 210 basis poin.

Sementara itu, ketidakpastian global masih membayangi pasar. Retorika perdagangan Presiden AS Donald Trump yang mengancam tarif hingga 100 persen terhadap barang Kanada memicu kembali kekhawatiran fragmentasi perdagangan global. Kondisi tersebut mendorong investor mencari aset aman, tercermin dari harga emas yang mencetak rekor baru di atas USD5.000 per troy ounce.

Dalam situasi volatilitas tinggi, Mirae Asset merekomendasikan investor untuk fokus pada obligasi tenor pendek hingga menengah guna menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.

Dari dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada dinamika kebijakan moneter. Penunjukan Thomas Djiwandonosebagai Deputi Gubernur BI memunculkan diskusi mengenai independensi bank sentral. Analis Senior PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai latar belakang Thomas di Kementerian Keuangan berpotensi memperkuat koordinasi fiskal–moneter.

“Namun, di tengah sorotan pasar, pemerintah dan BI perlu terus menegaskan komitmen menjaga independensi kebijakan moneter demi mempertahankan kepercayaan investor asing,” tegas Rully.

Sentimen kehati-hatian investor asing tercermin dari kepemilikan asing SBN yang turun ke level terendah sekitar 13,2 persen. Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat tipis 0,3 persen ke level 8.975, meski asing masih mencatatkan aksi jual bersih sekitar Rp1 triliun, terutama pada saham perbankan besar. Kenaikan indeks ditopang oleh saham-saham komoditas seperti DSSA, AMMN, dan EMAS.

Ke depan, pelaku pasar menilai konsistensi kebijakan fiskal dan moneter, serta komunikasi yang kredibel, akan menjadi kunci menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pabrik Sanken
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

PMI Anjlok, Pemerintah Berikan Stimulus Penurunan Harga Gas Tertentu Untuk Industri

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian fokus pada kebijakan strategis guna menjaga daya...

Tambang Nikel
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Benahi Tata Kelola, Keberadaan SDA Melimpah Bukan Jaminan Rakyat Sejahtera

JAKARTA, Bisnistoday – Indonesia diyakini merupakan salah satu negeri yang kaya akan...

Nadiem Makarim dinyatakan bersalah atas penyalahgunaan wewenang dalam proyek pengadaan digitalisasi sekolah berupa Chromebook dan manajemen perangkatnya
HEADLINE NEWS

Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

JAKARTA, Bisnistoday - Langkah hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,...

Pekerja Pabrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

“Stakeholders” Industri Berkumpul Cari Solusi Atasi Krisis Gas

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah...