JAKARTA, BISNISTODAY – Di gedung komersial di kawasan Pondok Indah, deretan pintu gelap dengan simbol-simbol misterius menyambut setiap pengunjung Pandora Experience. Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tapi untuk menguji nyali dan kerja sama tim dalam pengalaman imersif yang dirancang serupa film horor. Salah satu yang paling terkenal adalah Thammasat Massacre.
Tema ini menjadi buah bibir di kalangan pecinta escape room karena disebut-sebut sebagai salah satu petualangan paling menegangkan di Jakarta Selatan. Berbasis tragedi yang diceritakan terjadi sekitar dua puluh tahun lalu di lingkungan kampus, permainan berdurasi dua jam ini memaksa pemain masuk ke dunia gelap berisi ritual, kerasukan, dan misteri yang harus dipecahkan untuk “selamat”.
Menurut deskripsi resmi Pandora Experience dan platform Morty, Thammasat Massacre menggabungkan elemen horor psikologis dengan cerita supernatural. Pemain berperan sebagai kelompok penyelidik yang berusaha mengungkap tragedi lama di sebuah universitas, lengkap dengan suasana yang dibangun melalui pencahayaan redup, musik mengerikan, dan dekorasi yang menyerupai film thriller.
Tidak hanya itu, Pandora menambahkan versi lanjutan berjudul “Thammasat Massacre: Chapter Two”, yang semakin menantang karena mengharuskan pemain berinteraksi dengan ritual, bekerja dengan kostum tertentu, hingga berhadapan dengan aktor yang muncul secara tiba-tiba di tengah permainan. Beberapa ulasan bahkan menyebutkan bahwa Chapter Two dikategorikan sebagai level expert, bukan hanya banyak teka-teki, tapi juga mengandung tantangan fisik dan momen split team yang membuat pemain terpisah dalam ruangan berbeda.
Harga tiket untuk memainkan tema ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Pandora Pondok Indah, mengikuti durasi bermain yang mencapai 120 menit.
Berdasarkan data resmi yang dirilis price list outlet harga bermain di Pandora Experience Pondok Indah di harga Rp325.000 – Rp 375.000
Untuk dua jam pengalaman yang intens, harga ini dianggap sepadan oleh banyak pencari adrenalin. Di platform ulasan Top-Rated.Online, Pandora Pondok Indah meraih skor 4,40 dari 5, dengan komentar yang memuji suasana mencekam, musik latar yang pas, hingga kualitas akting aktor di dalam ruangan.
“A thrilling and unforgettable adventure,” tulis salah satu pengunjung, menggambarkan Chapter Two sebagai pengalaman paling menantang yang pernah ia coba.
Begitu pintu ruang Thammasat ditutup, pemain sadar bahwa mereka tidak lagi berada di dunia nyata. Teka-teki dan petunjuk tersembunyi menuntut kerja sama tim. Mereka akan merangkak, menembus lorong gelap, membuka kode, dan memecahkan misteri yang dirangkai secara berurutan.
Tapi yang membuat Thammasat berbeda dari escape room biasa adalah unsur teatrikalnya. Ritual, bisikan, visual mengganggu, dan kehadiran “mahluk” membuat suasana menjadi imersif. Untuk tema Chapter Two, beberapa pemain menyebut bahwa mereka harus mengenakan kostum ritual, mengikuti instruksi yang terasa seperti adegan film, dan berhadapan langsung dengan aktor yang menambah ketegangan.
Dengan kapasitas 4-8 orang setiap sesi, atmosfernya benar-benar terasa seperti berada di dalam sebuah film horor, lengkap dengan plot yang terus berkembang.
Meski populer, permainan ini bukan untuk mereka yang mudah panik atau tidak tahan suasana menegangkan. Pandora sendiri memberi catatan bahwa tema ini mengandung jump scare, aktivitas fisik, dan elemen ritual yang mungkin tidak cocok untuk sebagian pengunjung.
Namun bagi para pecinta adrenalin, Thammasat Massacre menjadi rekomendasi utama. Sebuah hiburan yang tidak hanya menguji logika, tapi juga keberanian.
Dengan konsep yang memadukan cerita, akting, dan teka-teki cerdas, Pandora Experience Pondok Indah berhasil menjadi salah satu destinasi hiburan paling dicari di Jakarta Selatan. Kehadiran tema seperti Thammasat Massacre membuat escape room bukan hanya sekadar permainan, melainkan sebuah pengalaman cerita yang hidup.
Bagi yang ingin merasakan sensasi seolah berada di dalam film horor selama dua jam penuh, Thammasat Massacre bisa menjadi petualangan berikutnya, asal nyalimu cukup kuat. (E2-Khaylila Safitri)




