www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home GLOBAL Kawasan Global Venezuela Memanas: Mahkamah Agung Angkat Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara Setelah Maduro Diduga Diculik
Kawasan Global

Venezuela Memanas: Mahkamah Agung Angkat Delcy Rodriguez sebagai Presiden Sementara Setelah Maduro Diduga Diculik

Presiden Venezuela
Social Media

MEXICO CITY, Bisnistoday – Situasi politik Venezuela kembali bergolak setelah Mahkamah Agung (MA) negara itu memutuskan mengangkat Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Keputusan luar biasa tersebut diambil menyusul laporan bahwa Presiden Nicolas Maduro diduga diculik dalam sebuah operasi rahasia.

Ketua Kamar Konstitusional, Caryslia Beatriz Rodriguez, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga kesinambungan pemerintahan dan stabilitas negara.

Mahkamah menyatakan kondisi yang terjadi merupakan keadaan luar biasa yang tidak secara spesifik diatur dalam konstitusi, namun berpotensi mengancam keamanan nasional dan keberlangsungan pemerintahan. Karena itu, pengadilan mengambil “tindakan perlindungan darurat” untuk memastikan roda administrasi tetap berjalan

Situasi semakin panas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa negaranya melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores.

Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menuding operasi itu dilakukan oleh unit elite Delta Force. Namun, hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun sumber independen. Pemerintah Venezuela sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa sang presiden masih hidup

Trump bahkan merilis sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas kapal AS tetapi keasliannya belum diverifikasi. Di sisi lain, sejumlah anggota Kongres AS menyebut operasi itu ilegal dan melanggar hukum internasional. Pemerintah AS menyatakan Maduro akan diadili.

Reaksi Keras dari Caracas dan Komunitas Internasional

Kementerian Luar Negeri Venezuela menilai klaim Washington merupakan agresi terbuka terhadap kedaulatan negara. Caracas menyatakan akan mengajukan pengaduan ke berbagai organisasi internasional dan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Rusia juga menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela, menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta mengingatkan agar eskalasi tidak semakin meluas. Moskow menekankan pentingnya penyelesaian damai sesuai hukum internasional

Sementara itu, laporan lain menyebut sedikitnya 40 orang, termasuk militer dan warga sipil tewas akibat serangan tersebut. Angka ini menambah kepanikan publik dan memunculkan kekhawatiran akan konflik lebih besar di kawasan Amerika Latin

Hingga kini, keberadaan Maduro belum jelas. Informasi yang beredar masih saling bertentangan, memicu spekulasi dan kegelisahan politik di dalam negeri.Analis memperingatkan, tanpa kejelasan dan jalur diplomatik yang terbuka, ketegangan bisa dengan cepat berubah menjadi krisis regional yang lebih luas./ant/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Navi PIllay, Peraih Nobel Perdamaian (dok:Niklas Elmehed © Nobel Prize Outreach)
Kawasan Global

Ahli Hukum Internasional Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Komite Nobel Internasional menganugerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2026...

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]
Kawasan Global

Ribuan Pelajar di Prancis Demo Tuntut Fasilitas Belajar yang Layak

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Aksi protes siswa sekolah menengah di Prancis terus berlanjut....

Perdagangan Global
HEADLINE NEWSKawasan Global

Menteri Perdagangan G20 Tolak Persoalan Pangan Dijadikan Alat Geopolitik

WISCONSIN AS, Bisnistoday.co.id – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengatakan, para Menteri...