www.bisnistoday.co.id
Minggu , 8 November 2026
Home EKONOMI Wamendag Jerry Resmikan Plaza Weda di Halmahera Tengah
EKONOMISektor Riil

Wamendag Jerry Resmikan Plaza Weda di Halmahera Tengah

PERESMIAN PASAR : Kondisi pasar Weda, di Halmahera Tengah, belum lama ini.Wamendag Jerry Sambuaga meresmikan pasar Weda di Halmahera Tengah.
Social Media

HALMAHERA TENGAH – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan, perputaran transaksi perdagangan masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah tercatat Rp372 miliar per tahun. Pusat transaksi terletak di sektor riil, seperti pusat perbelanjaan, pasar rakyat, dan pasar modern. Demikian disampaikan Wamendag Jerry dalam peresmian Plaza Weda di Halmahera Tengah, Maluku Utara, baru-baru ini. 

“Perdagangan merupakan sektor riil dan diharapkan masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah, efisien, dan praktis. Menggerakkan roda perdagangan tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya optimistis, pusat perbelanjaan Plaza Weda memiliki prospek yang sangat bagus dan cerah dalam aktivitas perdagangan di Halmahera Tengah,” jelas Wamendag Jerry. 

Wamendag Jerry juga mendorong masyarakat untuk tetap berbelanja dan memilih produk dalam negeri. “Adanya pusat perbelanjaan baru diharapkan dapat menggairahkan perekonomian karena masyarakat Halteng tidak perlu ke Ternate atau jauh-jauh ke Surabaya, bahkan Jakarta untuk mencukupi kebutuhan,” imbuh Wamendag Jerry. 

Wamendag Jerry menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh signifikan, yaitu 5,72 persen. Di antara negara-negara G20, Indonesia menempati posisi ketiga pertumbuhan ekonomi terbesar. Ini merupakan kerja keras seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya kerja keras dari pusat, tetapi juga dari daerah, termasuk Kabupaten Halmahera Tengah. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Indonesia Januari–November 2022 mencatatkan surplus dengan angka yang sangat signifikan, yaitu USD 50,89 miliar. Angka tersebut merupakan capaian tertinggi sejak Republik Indonesia berdiri. 

“Selama 31 bulan berturut turut, neraca perdagangan mencatatkan surplus atau tidak mengalami defisit. Surplus tersebut sekaligus mematahkan tudingan yang menyatakan Indonesia bergantung impor dan impor lebih besar dari pada ekspor. Kondisi ini diharapkan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi global,” terang Wamendag Jerry./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Ancaman Serangan Siber (ilustrasi: Julio Lopez/Unsplash.com)
EKONOMIGagasan

Di Balik Kekacauan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Beberapa hari terakhir marak beredar berita tentang peretasan sistem...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

HUT BRI Life ke-39, Perkuat Komitmen “Melindungi Keluarga Indonesia”

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - PT Asuransi BRI Life merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Para pengunjuk rasa menuntut keringanan utang bagi negara-negara miskin dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bangkok pada Oktober lalu. (dok: Peerapon Boonyakiat/Sopa Images/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Utang Luar Negeri Semakin Mencekik Negara Miskin

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Negara-negara miskin kini semakin sulit untuk berinvestasi untuk masa...

Pemilu Sela di AS (dok: The GuardianSteven Garcia/NurPhoto/Shutterstock)
EKONOMIGLOBAL

Demokrat Menangi Pemilu Sela di AS, Apa Dampaknya bagi Asia?

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Partai Demokrat berhasil menang telak dalam pemili paruh waktu...