www.bisnistoday.co.id
Jumat , 24 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Wantimpres Ugal-Ugalan Borong Pakaian Dinas dan AC
Nasional

Wantimpres Ugal-Ugalan Borong Pakaian Dinas dan AC

UCHOK SKY
DIREKTUR Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerhati sosial ekonomi dari Centre for Budget Analysis (CBA) mensinyalir adanya belanja ugal-ugalan berupa pakaian dinas Pegawai Watimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) serta peralatan pendingin ruangan.

“Dilihat dari pengadaan kantor Wantimpres yang memborong pakaian dinas untuk 100 orang. Dan Pengadaan ini bukan sekali borong tetapi sampai dilakukan dua kali pengadaan pada bulan dan tahun yang sama, yaitu di bulan september 2023,’ ujar Uchok Sky Khadafi Direktur Eksekutif CBA, di Jakarta, Kamis (16/5).

“Jangan kaget ya, ternyata orang – orang atau Pegawai di Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) sangat banyak juga.  Tidak main – main, kemungkinan ada 100 orang yang bekerja di kantor Wantipres.”

Menurut Uchok, pengadaan gelombang pertama, dengan realisasi anggaran sebesar Rp.112.730.000 memborong pakaian dinas untuk 100 orang. Sedangkan pengadaan gelombang kedua, Wantimpres merealisasi anggaran sebesar Rp.55.880.000 memborong pakaian dinas untuk 100 orang lagi.

Sedangkan untuk harga satuan per stel untuk gelombang pertama sekitar Rp.1.127.300 untuk satu orang. Sedangkan pembelian pakaian dinas perstel pada gelombang kedua sekitar Rp.558.800.

Perbedaan Harga dan Penganggaran

Uchok mengatakan, harga per stel untuk gelombang kedua ini tumben bisa lebih murah bila dibandingkan dengan harga pada gelombang pertama.  “Apakah harga gelombang kedua ini lebih murah, dan dapat diskon. Atau pada Harga gelombang pertama lebih marah, dan Adakah  mark upnya,” cetusnya.

Tetapi yang jelas, baik gelombang pertama atau kedua, Harga perstel pakaian dinas Wantimpres ini sudah sangat mahal bagi orang miskin. Karena Harga sepotong pakaian dengan nilai Rp.100 ribu saja sudah sangat cantik, bagus dan bangga bagi orang miskin.

“Kalau harga pakaian dinas sudah sampai sebesar Rp.1.1 juta atau Rp.558.800 yang alokasinya diambil dari anggaran negara, ini seperti sangat menyayat-nyayat hati orang miskin. Dan hati para orang miskin juga jadi pedih melihat gaya pakaian para pejabat yang mewah dan mahal tersebut.”

Kedepan,  kemungkinan alokasi anggaran negara akan cepat  “kering”, habis dihisap oleh banyaknya kegiatan para mantan pejabat seperti diatas. Habis oleh remeh temeh kegiatan yang tidak ada manfaatnya buat rakyat.

“Maka untuk itu,  kami  dari CBA (Center For Budget Analisis)  hanya meminta kepada orang – orang atau Pegawai  Wantimpres yang sudah dapat pakaian dinas  untuk  berkunjung ke Istana atau kediaman wakil presiden, untuk sekedar “ngadem” dan menikmati Sejuknya pendingin ruangan yang baru dibeli sekretariat Wakil Presiden Kementerian Sekretariat Negara.”

Menurut Uchok, tidak tanggung – tanggung  harga Pendingin Ruangan di Istana dan Kediaman wakil presiden ini sangat besar dan mahal sampai sebesar Rp.443.720.000. Tetapi dengan harga mahal, membuat ruang bisa menjadi begitu dingin.

“Makanya, diminta kepada KPK atau.kejaksaan Agung jangan coba coba untuk melakukan penyelidikan atas pengadaan baju dinas Wantipres atau ruang pendingin Wapres ini. Bisa bisa tubuh kalian  jadi membekuk seperti batu Es.”//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Menaker
Nasional

Menaker: Perluasan Jaminan Sosial Bakal Menjangkau Pekerja Informal

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah memperluas jaminan sosial ketenagakerjaan dengan mendorong kepesertaan pekerja...

Wamenaker Afriasyah Noor
HEADLINE NEWSNasional

Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPRT Disahkan Jadi Undang-Undang

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja...

Kowani
Nasional

Peringati Hari Kartini, KOWANI Gaungkan Peradaban Baru Perempuan Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday -  Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) kembali menggaungkan nilai-nilai semangat perjuangan...

Wamenaker
Nasional

Wamenaker: Kompetisi Teknisi Perangkat Digital Perluas Kesempatan Kerja

JAMBI, Bisnitoday -  Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan kompetisi teknisi perangkat...