www.bisnistoday.co.id
Minggu , 28 Juni 2026
Home EKONOMI Energi Dorong Investasi Migas, Pelaku Usaha Kumpul di IPA Convex 2026
Energi

Dorong Investasi Migas, Pelaku Usaha Kumpul di IPA Convex 2026

IPA Convex
Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Industri migas nasional dinilai masih memiliki peluang besar untuk menopang ketahanan energi Indonesia. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah perlu memperkuat kepastian hukum, mempercepat perizinan, serta menghadirkan skema fiskal yang lebih kompetitif guna menarik investasi eksplorasi.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong, menjelang pelaksanaan IPA Convex 2026 yang akan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 mendatang.

Menurut Marjolijn, situasi global beberapa tahun terakhir membuat banyak negara mulai menyadari pentingnya kemandirian energi. Indonesia pun dinilai memiliki peluang besar karena masih menyimpan sekitar 50 cekungan migas yang belum dieksplorasi secara optimal. Namun, sebagian besar wilayah tersebut berada di laut dalam dan kawasan Indonesia timur yang membutuhkan teknologi tinggi serta dukungan infrastruktur memadai.

“Potensi geologi Indonesia masih sangat besar. Tetapi untuk menggali sisa potensi migas itu dibutuhkan kebijakan yang konsisten dan dukungan investasi eksplorasi yang masif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan utama industri migas saat ini bukan hanya soal potensi sumber daya, melainkan juga daya saing investasi Indonesia dibanding negara lain. Investor, kata dia, membutuhkan kepastian dalam menjalankan kontrak jangka panjang yang bisa berlangsung hingga 30 tahun lebih.

Baca Juga : Forum IPA 2026 Akan Berbicara Tentang Ketahanan Energi Nasional

“Pertama, perlu kepastian hukum. Investor membutuhkan jaminan bahwa kontrak yang telah disepakati tetap dihormati. Kedua, percepatan perizinan karena proses yang panjang membuat daya tarik investasi menurun. Ketiga, skema fiskal yang fleksibel untuk mendukung eksplorasi di wilayah yang berisiko tinggi,” jelasnya.

Marjolijn optimistis target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari masih memungkinkan tercapai. Namun, syarat utamanya adalah adanya penemuan cadangan baru melalui eksplorasi yang agresif.

“Indonesia tidak hanya harus mempertahankan produksi, tetapi juga meningkatkan produksi. Itu hanya bisa dilakukan bila ada temuan cadangan baru dalam jumlah besar,” katanya.

Sebagai asosiasi yang berdiri sejak 1971, IPA selama ini menjadi jembatan antara pemerintah, investor, dan industri penunjang migas. Tidak hanya perusahaan kontraktor kerja sama, IPA juga menaungi sektor jasa penunjang seperti jasa kapal, perpipaan, hingga tenaga profesional industri energi.

Tahun ini, IPA Convex mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan sektor energi nasional di tengah tantangan transisi energi global. /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Roundtable Dialog Eksklusif bertema Strategi CFO Menghadapi Era Net Zero – Menjaga Profitabilitas, Akses Pembiayaan, dan Daya Saing, Rabu (24/6). (dok;Ist)
Energi

Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis

Jakarta, Bisnistoday – Sejumlah Chief Financial Officer (CFO) dari perusahaan anggota dan...

Diskusi INDEF
EKONOMIEnergi

Pemerintah Diminta Fokus Tata Kelola Hilirisasi Mineral Kritis

JAKARTA, Bisnistoday – Hilirisasi mineral kritis dinilai belum memberikan dampak signifikan positif...

Petronas
EKONOMIEnergi

PC Ketapang II Ltd. Gelar First Steel Cutting Ceremony Proyek Pengembangan Lapangan Bukit Panjang

BINTAN, Bisnistoday – PC Ketapang II Ltd. (PCK2L), anak perusahaan Searah Limited,...

SPBU
Energi

Sulit Ditahan, Harga Pertamax Ron 92 Naik Menjadi Rp16.250 per Liter

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat kembali terkaget-kaget tiba-tiba harga Pertamax Ron 92 mengalami...