www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 Juli 2026
Home BURSA & KORPORASI Penutupan Kode Broker Disambut Positif Para Investor, IHSG Ditutup Menguat
BURSA & KORPORASI

Penutupan Kode Broker Disambut Positif Para Investor, IHSG Ditutup Menguat

IHSG menguat
IHSG pada perdiagangan Selasa (27/02) ditutup menguat tipis
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kebijakan manajemen PT Bursa Efek Jakarta (BEI) menghapus kode broker selama perdagangan disambut positif oleh pelaku pasar. Kebijakan yang mulai berlaku hari ini tersebut dinilai akan menciptakan transaksi yang lebih sehat.

Pada perdagangan awal pekan, Senin (6/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 8,61 poin ke posisi 6.547,17. Sementara indeks LQ45 stagnan di posisi 938,93.

Tim Riset Ajaib Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan, pihak regulator yang memberlakukan pembaharuan dengan menambahkan fitur Indicative Equilibrium Price (IEP), Indicative Equilibrium Volume (IEV) dan resmi menghapuskan kode broker pada running trade dinilai berdampak positif sebab akan menciptakan transaksi yang lebih sehat. Selain itu, mayoritas komoditas yang menguat seperti minyak, batu bara, dan CPO menjadi sentimen positif.

Terkait penutupan kode broker saham, investor kini tidak lagi dapat melihat informasi kode Anggota Bursa (AB) yang melakukan transaksi saham tertentu pada saat perdagangan berlangsung (real time) atau pada saat terjadinya matched order.

Penutupan kode broker tersebut merupakan best practice yang telah diterapkan bursa lain di mancanegara, dan secara umum telah memberikan banyak manfaat.

Tujuan penutupan kode broker adalah untuk meningkatkan tata kelola pasar yaitu membangun market governance dengan mengurangi praktik herding behaviour atau menggiring pasar ke saham-saham tertentu.

Dibuka menguat, IHSG menghabiskan hampir seluruh waktunya di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dimana sektor teknologi turun paling dalam yaitu minus 1,3 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor perindustrian masing-masing minus 1,22 persen dan minus 0,88 persen.

Sedangkan empat sektor meningkat dimana sektor energi naik paling tinggi yaitu 0,94 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor keuangan masing-masing 0,67 persen dan 0,64 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp210,24 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.230.888 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,56 miliar lembar saham senilai Rp12,59 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 301 saham menurun, dan 151 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 174 poin atau 0,63 persen ke 27.927,37, indeks Hang Seng turun 417,31 poin atau 1,76 persen ke 23.349,38, dan indeks Straits Times meningkat 14,39 atau 0,46 persen ke 3.116,32.

Rupiah Kian Melemah

Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta masih terus melemah seiring meluasnya varian Omicron ke puluhan negara di dunia.

Rupiah sore ini ditutup melemah 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.442 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.420 per dolar AS.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian seputar varian Omicron dan ekspektasi data inflasi AS yang lebih tinggi yang meningkatkan tekanan pada suku bunga,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Omicron telah ditemukan di hampir sepertiga negara bagian AS. Meskipun penelitian varian terus berlanjut, sebuah artikel oleh Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan mengatakan mayoritas pasien Covid-19 dirawat karena alasan lain dan bergantung pada oksigen.

Sementara itu, para pelaku pasar berekspektasi bahwa The Fed akan bergerak terlalu cepat untuk mengekang inflasi dan pada akhirnya bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dari data, laporan pekerjaan dirilis beragam. Data ketenagakerjaan non pertanian atau Non Farm Payrolls (NFP) mencapai 210.000 klaim pada November, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 546.000 klaim.

Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, terendah dalam 21 bulan. Data tersebut memperkuat pandangan tentang pengurangan aset The Fed yang lebih cepat.

Angka indeks harga konsumen yang akan dirilis akhir pekan ini juga diharapkan mendukung pandangan tersebut dan memberikan dorongan pada dolar.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.431 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.422 per dolar AS hingga Rp14.454 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin ditutup melemah ke posisi Rp14.441 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.408 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Dalam Penguatan Ekosistem UMKM

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) menegaskan komitmennya...

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Perkuat Sinergi dengan Mitra Strategis

JAKARTA, Bisnistoday - PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memberikan apresiasi kepada...

GEDUNG BEI
BursaBURSA & KORPORASI

Investor Masih Selektif, Tren “Bearish” Masih Menyelimuti IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – Tekanan pasar saham diperkirakan masih berlanjut pasca rebalancing MSCI...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...