JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (7/2) ditutup menguat 73,55 poin ke posisi 6.804,94, sementara Indeks LQ45 turun 12,93 poin ke posisi 964,61.
Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kanjiannya menyebutkan penguatan IHSG diduku oleh adanya sentimen positif berupa rilis data PDB di kuartal IV 2021 sebera 5,02 persen year on year (yoy) yang lebih baik dibandingkan konsensus pada level 4,81 persen yoy.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 tumbuh 1,06 persen (qtq) dan jika bandingkan dengan triwulan IV-2020 tumbuh 5,02 persen (yoy).
Dengan demikian, perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2021 berhasil tumbuh positif mencapai 3,69 persen atau lebih baik dibandingkan 2020 yang mengalami kontraksi 2,07 persen.
Selain itu penguatan IHSG hari ini juga didukung aksi beli investor asing pada saham perbankan berkapitalisasi besar.
Kenaikan mayoritas harga komoditas dan indeks di bursa Wall Street juga menjadi katalis positif bagi IHSG.
Dibuka menguat, IHSG terus bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih terus berada di teritori positif sampai penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dengan sektor barang konsumen non-primer naik paling tinggi yaitu 2,83 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor keuangan masing-masing naik 1,57 persen dan 1,05 persen.
Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor kesehatan dan sektor teknologi masing-masing sebesar turun 0,16 persen dan 0,02 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp1,96 triliun. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp2,02 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.585.177 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,6 miliar lembar saham senilai Rp12,99 triliun. Sebanyak 319 saham naik, 203 saham menurun, dan 160 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 191,12 poin atau 0,7 persen ke 27.248,87, Indeks Hang Seng naik 6,26 poin atau 0,03 persen ke 24.579,55, dan Straits Times meningkat 35,07 poin atau 1,05 persen ke 3.366,48.
Rupiah Jatuh
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore ditutup melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.393 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.380 per dolar AS.
“Dolar AS kembali diminati pasca-laporan tenaga kerja AS yang dirilis lebih baik dari ekspektasi,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya.
Laporan Non-Farm Employment Change AS untuk periode Januari dirilis meningkat menjadi 467 ribu pekerjaan, dari ekspektasi 110 ribu pekerjaan. Data NFP Desember juga direvisi meningkat menjadi 510 ribu pekerjaan, dari sebelumnya 199 ribu pekerjaan.
Data tersebut menunjukkan laporan penerimaan tenaga kerja di AS meningkat selama periode Desember dengan sedikit penurunan pada Januari 2022.
Hal itu dipandang sebagai pendukung pemulihan dan daya beli masyarakat di AS sehingga dapat mendukung program pengetatan moneter bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), dan mendorong rencana kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat.
Pelaku pasar juga menantikan pidato pertanggungjawaban dari presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde malam nanti di hadapan European Parliament Economic and Monetary Affairs Committee.
Pada pekan lalu Lagarde sempat menyebutkan kesiapan ECB untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan pada musim semi tahun ini dan tetap memandang ancaman inflasi di Zona Euro sebagai ancaman sementara.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.392 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.385 per dolar AS hingga Rp14.425 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin melemah ke posisi Rp14.404 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.376 per dolar AS./









































