www.bisnistoday.co.id
Senin , 26 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Surplus Neraca Perdagangan RI pada Februari Masih Jadi Sentimen Positif, Rupiah Menguat
BursaBURSA & KORPORASI

Surplus Neraca Perdagangan RI pada Februari Masih Jadi Sentimen Positif, Rupiah Menguat

RUPIAH MENGUAT: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Jumat (12/8) menguat tajam
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Surplus negara perdagangan RI pada Februari masih menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar uang. Kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbak di Jakarta, Selasa (15/3) ditutup menguat 6 poin ke posisi Rp14.327 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Seperti diberitakan bahwa Badan Pusat Statistik (PBS) merilis bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalmi surplus untuk yang ke-22 kalinya secara beruntun 3,83 miliar dolar AS pada februasi 2022 dengan total ekspor 20,46 miliar dolar AS dan impor 16,63 miliar dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (15/3) mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini cukup volatil, dibuka melemah lalu ditutup menguat.

Menurut Ariston, sentimen negatif untuk rupiah berasal dari isu kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Federal Reserve yang akan diumumkan pada Kamis (17/3) dini hari nanti.

“Pasar mengantisipasi potensi kebijakan pengetatan yang lebih agresif,” ujarnya.

Sementara itu, Rusia belum menghentikan serangan meskipun sedang berunding dengan Ukraina. Oleh karena itu, lanjut Ariston, masih ada ketidakpastian mengenai penghentian perang tersebut yang menekan aset berisiko.

“Di sisi lain, beberapa sentimen positif untuk rupiah yaitu perundingan yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina yang memberikan harapan ke pelaku pasar bahwa perang akan segera berakhir,” kata Ariston.

Sedangkan data ekonomi China pagi ini dirilis positif yaitu data produksi industri dan penjualan ritel Februari yang menunjukkan kenaikan, padahal China dilanda kenaikan kasus COVID-19 sehingga beberapa wilayah harus lockdown. Hasil positif dari China sebagai salah satu motor ekonomi dunia dinilai memberikan sentimen positif ke pasar.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.342 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.295 per dolar AS hingga Rp14.345 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.321 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.328 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BursaBURSA & KORPORASI

OJK Jatuhkan Total Denda Rp2,52 Triliun Terhadap Pelanggaran di Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda kepada...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Ungkap Pelanggaran Transaksi Saham DSSA, BREN dan CUAN

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang...

hsg melemah
Bursa

IHSG Anjlok 11,4 Persen, Kekhawatiran Status Pasar Indonesia Picu Aksi Jual

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan...

BURSA & KORPORASIKorporasi

OJK Buka Suara Soal MSCI Akan Reklasifikasi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per...