www.bisnistoday.co.id
Minggu , 31 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Literasi Keuangan tentang Pasar Modal Rendah
BursaBURSA & KORPORASI

Literasi Keuangan tentang Pasar Modal Rendah

LITERASI KEUANGAN DI PASAR MODAL: Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksona W Widodo mengatakan, Masih rendahnya literasi keuangan tentang pasar modal menjadi tantangan yang harus segera diatasi, terutama di tengah pertumbuhan pesat investor ritel
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Literasi keuangan mengenai pasar modal harus terus ditingkatkan. Pasalnya, hingga saat ini tingkat literasi keuangan tentang pasar modal masih sangat rendah.

Berdasarkan survei di tahun 2019, literasi keuangan di pasar modal hanya sebesar 4,9 persen. Bahkan, tingkat inklusi keuangan pasar modal lebih rendah dari literasi keuangan yang hanya sebesar 1,6 persen.

“Ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi, terutama di tengah pertumbuhan pesat investor ritel,” kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Laksona W Widodo dalam diskusi dari LPPI “Mendorong Investor Rirel Berorientasi Jangka Panjang di Pasar Modal Indonesia” di Jakarta, Kamis (17/3).

Ia mengatakan, dalam 2-3 tahun terakhir terdapat peningkatan pesat jumlah investor baru yang masuk dalam kategori investor ritel. Hingga Februari 2022, jumlah kepemilikan investor ritel mencapai 14 persen di pasar saham Indonesia atau meningkat dibanding 2019 yang hanya sebesar 10,6 persen.

Sedangkan, nilai transaksi investor ritel pada Januari-Februari 2022 mencapai 51,1 persen dari total transaksi di pasar saham atau meningkat dari 2019 yang sebesar 37 persen.

Jika merujuk data BEI, bahwa setiap harinya nilai transaksi di pasar modal bisa mencapai Rp14,3 triliun, maka investor ritel setiap harinya bisa bertransaksi sekitar Rp7 triliun.

Padahal, berdasarkan survei di 2019, literasi keuangan di pasar modal hanya sebesar 4,9 persen. Bahkan, tingkat inklusi keuangan pasar modal lebih rendah dari literasi keuangan yang hanya sebesar 1,6 persen.

Unfortunately di pasar modal, terutama dibandingkan dengan perbankan, –yang literasinya tinggi naik hingga 36 persen pada 2019 dari 28 persen pada 2016 di pasar modal termasuk yang terendah, kurang dari lima persen, demikian juga dengan tingkat inklusi bahkan masih sangat rendah di bawah 2 persen,” ujarnya.

Untuk meningkatkan literasi dan inklusi itu, ujar Laksono, BEI mengalokasikan banyak investasi dan bekerja sama dengan OJK dan anggota bursa untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara gratis kepada masyarakat.

“Kami lakukan melalui 30 cabang kami di Indonesia, melalui juga 644 galeri investasi dan 380 komunitas investasi,” pungkas Laksono./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

MIRAE ASSET
Bursa

Pasca Guncangan MSCI, Rebound IHSG Dinilai Masih Rapuh

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik...

Bappebti
BursaHEADLINE NEWS

Pantau Pelaku Usaha, Bappebti Umumkan Rating Pialang Berjangka Triwulan I-2026

JAKARTA, Bisnistoday - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan kembali...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

PDB Lampaui Ekspektasi, Mirae Asset Prediksi Rupiah Jadi Kunci Arah IHSG

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik...

eBay (dok: usplash/appshunter-io)
BURSA & KORPORASIEkonomi & BisnisKorporasiOtomotif & Tekno

GameStop Akuisisi eBay Senilai Rp975 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday -GameStop, salah satu perusahaan ritel pengecer video game asal Amerika...