JAKARTA, Bisnistoday- Menjelang akhir pekan, nilai tukar rupiah (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 38 poin ke posisi Rp14.340 per dolar AS dibandingkan perdagangan penutupan hari sebelumnya. Pelemahan rupiah kali ini seiring kembali fokusnya pelaku pasar terhadap konflik antara Rusia dan Ukraina.
Analis DCFX Futures, Lukman Leong negosiasi mengatakan, dengan kembali fokusnya pelaku pasar ke masalah konflik di Ukraina, dimana perkembang yang pelan dan seperti yang diharapkan.
“Sepanjang pekan depan sentimen risk-off diperkirakan akan kembali mendominasi dan menekan rupiah,” kata Lukman di Jakarta, Jumat (18/3).
Namun dari sisi domestik, lanjut Lukman, data dan fundamental ekonomi Indonesia masih akan cukup membendung dolar AS didukung menurunnya kasus Covid-19 di Tanah Air.
“Rupiah diperkirakan akan stabil dengan kondisi yang akan berubah-ubah seiring perkembangan di Ukraina,” ujar Lukman.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.320 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.318 per dolar AS hingga Rp14.349 per dolar AS.
Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.340 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.290 per dolar AS./









































