JAKARTA, Bisnistoday- Menjelang libur panjang hari raya Idul Fitri, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (28/4) ditutup melemah 81 poin ke posisi Rp14.494 per doar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan kurs rupiah adalah dolar yang menguat drastis akhir-akhir ini oleh ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif. Dolar index mendekati level tertinggi sejak Desember 2002.
Investor meyakini bahwa suku bunga AS akan naik dan pertemuan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) minggu depan akan membawa yang pertama dari beberapa kenaikan 50 basis poin secara berturut-turut.
Dari sisi domestik, lanjut Lukman, sentimen negatif datang dari kebijakan larangan ekspor CPO dan kekhawatiran harga komoditas yang tinggi. “Hal ini pada akhirnya juga akan memicu inflasi tinggi di Indonesia dan kenaikan pada suku bunga BI,” ujar Lukman.
Di sisi lain, pelaku pasar saat ini juga sedang menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat malam ini.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.443 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.441 per dolar AS hingga Rp14.513 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp14.480 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.418 per dolar AS./









































