JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (5/01) ditutup merosot tajam sebesar 159,4 poin ke posisi 6.653,84. Sementara indeks LQ45 turun 18,87 poin ke posisi 909,66.
Pelemahan IHSG di tengah menguatnya bursa saham regional Asia ini dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya pelemahan harga komoditas minyak dunia dan belum lama ini batu bara juga terkoreksi. “Hal itu diakibatkan adanya rencana China untuk membuka kembali impor batu bara dari Australia,” kata Analis Senior MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, seperti dikutip Antara, Kamis (5/01).
Selain itu, lanjut dia, faktor lain yang mendorong penurunan IHSG yaitu sinyal hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed dalam kebijakan moneternya untuk beberapa waktu ke depan guna menurunkan inflasi sesuai target 2 persen.
“Dengan adanya sinyal tersebut, maka nampaknya ada shifting aset dari pasar saham ke pasar obligasi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya outflow di market sebesar Rp877 miliar per perdagangan kemarin,” ujar Herditya.
Baca juga: IHSG Anjlok Didorong Sentimen Negatif Inflasi AS
Selain itu katalis negatif berikutnya bagi IHSG yakni adanya potensi resesi dan perlambatan ekonomi global, di mana proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk 2023 hanya sebesar 2,7 persen dibandingkan 3,2 persen pada 2022.
Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari zona merah sampai penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor terkoreksi dengan sektor energi turun paling dalam 5,48 persen, diikuti sektor teknologi dan sektor barang baku masing-masing turun 2,83 persen dan 2,62 persen. Sedangkan satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan sebesar 0,45 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu UNTR, MREI, RDTX, CPIN, dan MIKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni MKPI, ITMG, BYAN, GGRM, dan TCPI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.305.327 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,16 miliar lembar saham senilai Rp14,23 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 518 saham menurun, dan 94 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 103,9 atau 0,4 persen ke 25.820,8, Indeks Hang Seng naik 259,06 atau 1,25 persen ke 21.052,17, Indeks Shanghai meningkat 31,7 poin atau 1,01 persen ke 3.155,22, dan Indeks Strait Times menguat 43,3 poin atau 1,34 persen ke 3.285,76./










































