www.bisnistoday.co.id
Senin , 15 Juni 2026
Home EKONOMI Energi PLN Terus Lakukan Transformasi Energi
Energi

PLN Terus Lakukan Transformasi Energi

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji (kedua dari kiri) didampingi para narasumber dalam diskusi bertajuk "Menelisik Prospek Energy 2024, Gurih atau Hambar?" yang diselenggarakan Forum Wartawan Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Rabu (25/10)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – PT PLN sejak tahun 2020 hingga 2022 telah memulai melakukan transformasi dan melaksanakan lebih dari 2.000 program strategis, mulai dari generation hingga retail. Ini dilakukan seiring kebijakan pemerintah menuju era transisi, dari energi fosil menjadi renewable energi dengan target besar net zero emission di 2060.

“Tahun 2020 hingga 2022 kemarin kami menyebutnya sebagai etape pertama transformasi dan ini lebih kami fokuskan kepada internal correctif action secara end to end, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga ke pelanggan kami,” kata VP Digitalisasi Kelistrikan Management Digital PLN Pusat, Agus Tri Susanto dalam diskusi bertajuk “Menelisik Prospek Energy 2024, Gurih atau Hambar?” yang diselenggarakan Forum Wartawan Energi dan Sumber Daya Mineral (FWESDM), yang digelar di Club Square Plaza UOB, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Hadir sebagai pembicara kunci adalah Direktur Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji. Sementara sebagai narasumber di antaranya Ketua Asosiasi Pemasok Energi dan Batu Bara Anggawira, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia Mamit Setiawan, Division Head Corporate Plan PT PGN Tbk Heru Indriatno, Corporate Secretary Subholding Power & NRE PT Pertamina (Persero) Dicky Septriadi, dan Director Health Of Safety & Environment PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nikel), Tonny Gultom.

Agus melanjutkan, masuk ke etape kedua, PLN melakukan transformasi dengan mewujudkan struktur organisasi yang lebih fit dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Pembentukan holding, kata Agus, akan membuat PLN lebih lincah, ramping dan profesional untuk mewujudkan value creation di setiap lini.  “Contohnya pengelolaan energi primer, dulu tersebar ke semua unit, kini terkonsentrasi di PLN EPI (Energi Primer Indonesia),” sambungnya.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia Mamit Setiawan mengatakan bahwa pihaknya saat ini melihat potensi biomassa yang berlimpah untuk terus dikembangkan sebagai co-firing dari PLTU Batubara.

“PLN EPI menargetkan pada tahun 2025 akan menggunakan biomassa sebesar 10,2 juta ton pertahun untuk program pengurangan emisi gas rumah kaca dengan target 52 PLTU, dengan komposisi 6 juta ton dari dedicated energy plantation dan 4,2 juta ton dari limbah sawit, sampah, sawdust dan limbah pertanian yang akan menghasilkan 11,8 TWh/tahun,” ungkap Mamit.

Division Head Corporate Plan PT PGN Tbk Heru Indriatno mengatakan, sebagai bagian dari Holding PT Pertamina, PGN memiliki setidaknya 3 hal yang akan terus dikembangkan di tahun-tahun kedepan.

Heru mengatakan, hal yang pertama adalah mengingkatkan bisnis eksisting. Sebagai contoh misalnya dalam hal pendistribusian gas melalui Jargas rumah tangga. Hal ini menjadi upaya untuk membantu pemerintah mengurangi beban negara untuk subsidi elpiji.

Hal yang kedua yakni melakukan adaptasi, yakni bagaimana caranya agar sumber-sumber energi yang eksisting dan sudah mulai menurun kapasitasnya, dengan menutup defisitnga dari sumber lainnya, salah satunya dengan LNG. “Yang ketiga sifatnya diversifikasi, nanti bisa vertical integration atau nanti diversifikasi bisnis hilirisasi gas,” ungkapnya.

PGN, kata Heru, juga melakukan green business initiative dengan mengembangkan Biomethane. “Kami membangun pabrik Biomethane di lokasi pabrik kelapa sawit dengan volume 1,2 MMSCFD dan menyalurkan komodutas tersebut ke pelanggan di pulau Jawa melalui pipa SSWJ,” tandasnya.

Corporate Secretary Subholding Power & NRE PT Pertamina (Persero) Dicky Septriadi menyampaikan, Pertamina memiliki dua prioritas untuk Energy Security, yakni meningkatkan produksi migas di upstream dan meningkatkan produk olahan melalui Refineries Development Master Plant, Grass Root Refinery, Green Refinery dan Petrochemical Plant.

“Kita semuanya sedang berupaya untuk bisa mempertahankan performa kita supaya ketahanan energi ini bisa terjaga dengan baik,” tegasnya.

Potensi Nikel

Sementara itu, Director Health Of Safety & Environment PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nikel), Tonny Gultom memaparkan tentang potensi sektor pertambangan nikel yang menurutnya sangat prospektif di tengah upaya pemerintah melakukan diversifikasi energi, salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

Menurutnya, Indonesia saat ini merupakan negara di dunia yang memiliki cadangan nikel terbesar, yakni mencapai 21 juta ton. Indonesia bahkan meninggalkan jauh negara-negara seperti Amerika Serikat, Brazil, Canada, China, New Celedonia, Filipina, Russia dan banyak negara lainnya dalam hal cadangan nikel. Hanya Australia saja yang memiliki cadangan 21 juta ton, sama seperti Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Dituntut Terus Tingkatkan Cadangan dan Produksi Migas

“Ini menjadikan semua pihak tertarik untuk mengetahui bagaimana pengembangannya kedepan, potensi untuk dikembangkan masih sangat besar,” tuturnya.

Tonny mengatakan, Trimegah Bangun Persada yang beroperasi di Pulau Obi saat ini mempekerjakan sedikitnya lebih dari 20.000 tenaga kerja, dimana 85 persen merupakan tenaga kerja Indonesia dsn 50 persen pegawai dari Maluku Utara. “Hal ini tentu berdampak positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat,” pungkasnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SPBU
Energi

Sulit Ditahan, Harga Pertamax Ron 92 Naik Menjadi Rp16.250 per Liter

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat kembali terkaget-kaget tiba-tiba harga Pertamax Ron 92 mengalami...

Pipa Gas
Energi

Pipa Gas Milik Pertamina EP di Desa Buni Bakti Babelan Mengalami Kebocoran

BEKASI, Bisnistoday – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan telah terjadi kebocoran pada...

Program Biodiesel B50 di sektor industri nasional
Energi

Bpfilters Dukung Program Biodiesel B50 dengan Filter Solar Inovatif

JAKARTA, Bisnistoday - Langkah strategis pemerintah dalam memperluas implementasi program Biodiesel B50...

Proyek Panel Surya di Danhuang, Tiongkok (Unsplashdarmau)
EnergiGLOBAL

Tiongkok dan Rusia Perkuat Kerja Sama di Bidang Energi

JAKARTA, Bisnistoday – Selain membahas situasi terkini kondisi global, pertemuan antara Presiden...