JAKARTA, Bisnistoday – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menyelidiki dugaan penyelewengan pelaksanaan anggaran SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi). Center For Budget Analisis (CBA) menuding ada permainan atau kongkalikong pelaksanaan tender dan cuan program jasa layanan kesehatan aktif di SKK Migas.
“Alasan program Pekerjaan Jasa Layanan Kesehatan Aktif SKK Migas harus disidik KPK, lantaran selama 5 tahun yang selalu menang tender adalah PT.KBM. Dan hal ini benar – benar tidak wajar dan sangat mencurigakan ada kemungkinan permainan kongkalikong dalam lelang ini,” ungkap Uchok Sky Khadafi, Direktur CBA kepada media di Jakarta, Senin (30/10).
Uchok mengatakan, selama 5 tahun SKK Migas harus mengeluarkan duit sekitar Rp.292 milyar untuk jasa layanan kesehatan aktif. Begitupun, setiap tahun program kesehatan aktif SKK Migas ini selalu naik tinggi, tinggi sekali.
“Pada tahun 2017, anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp47.7 miliar, pada tahun 2018 sebesar Rp56.3 miliar, pada tahun 2020 sebesar Rp59.8 miliar, pada tahun 2021 sebesar Rp61.8 miliar, dan pada tahun 2023 sebesar Rp66.2 miliar,” tutur Uchok.
“Anggaran kesehatan yang sangat luar biasa gede ini, tolong jangan dituduh sebagai pemborosan. Tapi lebih penting buat kami, CBA agar disidik oleh aparat hukum, agar publik tahu apa benar anggaran kesehatan dipakai oleh orang – orang SKK Migas,” cetusnya.
Uchok kembali menegaskan, kalau sudah begini, akan lebih baik SKK migas tidak usah mengadakan lelang.Dan program Pekerjaan Jasa Layanan Kesehatan Aktif SKK Migas serahkan saja langsung ke PT.KBM. “Daripada lelang hanya dibuat main – mainan dan bukan arena sebuah kompetisi untuk memilih produk yang lebih bagus.”
Sekali lagi, tambah Uchok, CBA mendesak KPK untuk segera melakukan penyelidikan program Pekerjaan Jasa Layanan Kesehatan Aktif SKK Migas. Dan jangan Lupa untuk memanggil ketua SKK Migas, Dwi Soetjipto.//






































