www.bisnistoday.co.id
Kamis , 25 Juni 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Perusahaan yang Jelas Dukung dan Sumbang Palestina Jangan Diboikot
Humaniora

Perusahaan yang Jelas Dukung dan Sumbang Palestina Jangan Diboikot

sumbangan untuk Palestina
Akademisi dan Mahasiswa Doktoral Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Edo Segara Gustanto
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Masyarakat Indonesia sebaiknya perlu meneliti lebih jauh lagi terkait kebenaran berita yang mengait-ngaitkan sejumlah perusahaan multinasional Indonesia yang dituduh berafiliasi dengan Israel. Pasalnya, justru perusahaan-perusahaan tersebut terlihat lebih aktif dalam memberikan sumbangannya kepada rakyat Palestina.

Hal tersebut disampaikan Akademisi dan Mahasiswa Doktoral Hukum Ekonomi Syariah Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Edo Segara Gustanto. Menurutnya, perusahaan-perusahaan multinasional yang disebut-sebut berafiliasi dengan Israel itu ternyata sahamnya sebagian besar milik orang Indonesia.

Makanya, lanjut Edo, perlu ditelusuri lagi kebenarannya agar tidak salah sasaran. Apalagi mereka juga sudah terang-terangan menyatakan bahwa mereka tidak mendukung Israel.  “Kasihan kan kena dampaknya. Justru yang jadi pertanyaan adalah gimana dengan perusahaan-perusahaan nasional kita, khususnya yang besar-besar, apakah ikut mendukung rakyat Palestina dengan memberikan bantuannya atau tidak?” tukas dia dalam keterangannya, Senin (25/03).

Salah satu anggota pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini menuturkan perusahaan-perusahaan yang dituding selama ini berafiliasi dengan Israel justru menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat Palestina dengan memberikan donasi. Di antaranya adalah Danone-AQUA yang memberikan bantuannya melalui LAZISNU Pusat dan KFC melalui  LAZISNU DIY.

“Kalau dari sisi muamalah sebenarnya boleh-boleh saja bertransaksi dengan mereka. Masyarakat juga gak bisa gebyah uyah, dan harus dilihat dengan teliti yang di Indonesia ini terafiliasi atau tidak. Memang benar-benar memberikan dukungan ke Israel atau tidak. Karena, ternyata kan justru mereka menyalurkan bantuan untuk Palestina,” ungkapnya.

Dia menegaskan  selama perusahaan-perusahaan tersebut men-declare bahwa tidak mendukung Israel dan justru membantu Palestina, harusnya masyarakat malah harus mendukungnya. “Kita dukung dan tidak sebaliknya yang justru merugikan mereka dan para karyawannya,” kata Edo.

Persaingan Bisnis

Dia juga melihat ada kemungkinan isu-isu boikot ini dimanfaatkan oleh para pesaing perusahaan. Menurutnya, yang namanya persaingan bisnis, pasti ada saja yang memanfaatkan momentum ini untuk menjatuhkan pesaingnya. Mereka terlihat seolah-olah mendukung ajakan boikot ini tapi nyatanya tidak ikut membantu lembaga-lembaga sosial untuk berdonasi ke Palestina.

“Misalkan Aqua nih lagi diboikot, Le Minerale muncul. Dan ini menurut saya kurang tepat. Artinya, mereka memanfaatkan situasi di saat kondisi perusahaan yang lain susah. Tapi, di dunia bisnis ya itu terjadi,” ucapnya.

Sebelumnya, Akademisi Indonesia, Dr H Nadirsyah Hosen mengatakan, aksi boikot ini tak semudah yang dibayangkan. Sebab, banyak hal yang harus diperhatikan, termasuk sumber yang menyatakan produk itu terafiliasi Israel atau tidak.

Baca juga: Partai Gelora Kumpulkan Dana Untuk Palestina

Dalam unggahannya di akun Instagram @nadirsyahhosen_official, Pengajar di Fakultas Hukum Universitas Monash ini menyebutkan, saat ini ada sejumlah situs yang dijadikan acuan oleh masyarakat untuk mencari list produk yang terafiliasi dengan Israel. Namun ketika dibandingkan antara situs yang satu dengan yang lain, bisa jadi hasilnya berbeda. “Nah, mana yang benar jadinya? Rumit bin ribet kan?,” imbuh pria yang mendapat gelar PhD dalam bidang hukum Islam di National University of Singapore ini.

Semnetara, Gerakan BDS Indonesia mengajak masyarakat untuk melakukan aksi boikot terhadap produk-produk yang memiliki afiliasi dengan Israel secara selektif dan efektif.  Hal itu bertujuan agar aksi yang dilakukan bisa berhasil.

“Supaya kita berhasil, kita harus fokus pada sedikit perusahaan yang dipilih secara teliti supaya dampaknya maksimal,” ujar DBS Indonesia melalui akun twitternya @GerakanBDS_ID./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SDN Gunungsitoli
Humaniora

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 18 Satuan Pendidikan di Gunungsitoli Kep.Nias

GUNUNGSITOLI, Bisnistoday - Bagi murid dan guru di Kota Gunungsitoli, revitalisasi sekolah...

Acara bincang kesehatan yang diadakan PTPN III (dok: PTPN)
Humaniora

Perkuat Budaya Wellbeing, PTPN Group Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar kegiatan kemanusiaan berupa...

STPN Yogya
Humaniora

Mengenal Lebih Dekat Program Studi di Politeknik Agraria STPN

SLEMAN, Bisnistoday - Menentukan program studi (prodi) menjadi salah satu keputusan penting...

Rawa-rawa Mesopotamia yang kini berada di wilayah Irak Selatan. (dok: Unsplash/hasan Majed)
GLOBALHumaniora

Melacak Peradaban, Ilmuwan Telusuri Jejak Sungai Efrat

JAKARTA, Bisnistoday - Seperti halnya Babilonia, kota terbesar di Mesopotamia kuno, Uruk,...