www.bisnistoday.co.id
Jumat , 10 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Menperin : Kinerja Ekspor Nasional Masih Ditopang Sektor Manufaktur
HEADLINE NEWS

Menperin : Kinerja Ekspor Nasional Masih Ditopang Sektor Manufaktur

Menperin
MENPERIN, Agus G Kartasasmita./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Industri manufaktur masih memberikan kontribusi paling besar terhadap capaian nilai ekspor nasional. Sepanjang tahun 2024, kinerja ekspor industri pengolahan nonmigas sebesar USD196,54 miliar atau memberikan andil 74,25 persen dari total nilai ekspor nasional yang mencapai USD264,70 miliar.

“Artinya, sektor industri manufaktur kita konsisten menjadi kontributor tertinggi pada kinerja ekspor Indonesia. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang tidak menentu, pelaku industri nasional tetap agresif menembus pasar ekspor ke berbagai negara,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada tahun 2024 naik 5,33 persen dibandingkan tahun 2023. Dengan kinerja positif ini, industri pengolahan nonmigas turut memberikan peran terhadap capaian nilai surplus pada neraca perdagangan Indonesia sebesar USD31,04 miliar pada tahun 2024. “Saya percaya bahwa ekspor bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang membangun reputasi dan citra baik industri Indonesia,” ungkap Agus.

Iklim Investasi Menarik

Menperin menegaskan, pemerintah bertekad untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga para pelaku industri di Indonesia semakin bergairah dalam menjalankan usahanya. Selain itu, melalui regulasi atau peraturan yang probisnis, diyakini dapat menarik investasi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksinya dan basis untuk melakukan ekspor.

“Peningkatan ekspor menjadi kunci untuk membangun perekonomian kita. Dalam hal ini, hilirisasi berperan utama dalam mencapai sasaran tersebut, dengan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. Apalagi, pemerintah memfokuskan peningkatan nilai tambah di dalam negeri untuk sejumlah komoditas bahan mentah,” paparnya.

Kemenperin akan menjalankan program hilirisasi industri yang difokuskan pada kelompok industri hulu, yaitu industri hulu agro, industri logam dasar dan bahan galian bukan logam, serta industri migas dan batubara.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi kepada para pelaku industri yang semakin giat dalam mengoptimalkan produktivitasnya guna memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. “Namun demikian, upaya ini perlu didukung dengan kebijakan yang strategis seperti menjaga pasokan bahan baku, termasuk dalam mendapatkan harga gas industri yang kompetitif,” imbuhnya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

STASIUN BNI City di Jakarta Pusat, Kamis (9/7). PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dapat mulai beroperasi pada 28 September 2026. /
HEADLINE NEWS

Dirut KAI Pastikan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Segera Rampung

JAKARTA, Bisnistoday - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan integrasi Stasiun Karet...

Menteri PU
HEADLINE NEWS

Batal ke AS, Menteri Dody Lebih Milih ke Enang-Enang

ACEH, Bisnistoday - Surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke New...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Faktor Eksternal Menentukan Arah Sentimen Pasar Semester II-2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai ketahanan sektor eksternal...

Sekjen Kementerian PU
HEADLINE NEWS

Sekjen Kementerian PU Tepis Tudingan Menteri PU Nonton Final Piala Dunia Pakai APBN

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa informasi yang menyebut...