JAKARTA, Bisnistoday – Bank Dunia menilai bahwa pengenaan tarif perdagangan yang tinggi dan ketidakpastian global yang meningkat menimbulkan hambatan pada semua lini perekonomian global. Bank Dunia pada Selasa (10/6) mengkoreksi proyeksi pertumbuhan menjadi 2,3% pada tahun 2025 atau lebih rendah sebelumnya 2,7%.
Berdasarkan laporan prospek ekonomi global, pertumbuhan pinjaman global diperkirakan juga mengalami penurunan hampir 70% pada semua lini perekonomian. INi terjadi termasuk di Amerika Serikat, Tionkok maupun negara di Eropa. Begitupun terjadi pada enam wilyaah pasar berkembang dari perhitungan enam bulan sejak Presiden Trump menjabat.
Seperti diketahui kebijakan Presiden Trump, telah memporakperandakan perdagangan global. Kebijakan Tump dengan menaikkan tarif reciprocal perdagangan memicu Tionkok juga merespon hal yang sama.
Koreksi proyeksi bank dunia ini, juga mendapat balasan dari keyaikan pemerintah Trump bahwa investasi di AS mengalami peningkatan. Kendati begitu, bank dunia masih merauh rasa optimis dengan tidak ada potensi resesi global.
Bank Dunia berpendapat pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan menjadi yang terlemah di luar resesi sejak 2008. Pada tahun 2027, pertumbuhan produk domestik bruto global diperkirakan hanya mencapai rata-rata 2,5%, laju paling lambat dalam dekade sejak 1960-an.
Perdagangan Global
Laporan tersebut memperkirakan bahwa perdagangan global akan tumbuh sebesar 1,8% pada tahun 2025, turun dari 3,4% pada tahun 2024 dan kira-kira sepertiga dari level 5,9% pada tahun 2000-an.
Perkiraan tersebut didasarkan pada tarif yang berlaku pada akhir Mei, termasuk tarif AS sebesar 10% untuk impor dari sebagian besar negara. Perkiraan tersebut tidak termasuk kenaikan yang diumumkan oleh Trump pada bulan April dan kemudian ditunda hingga 9 Juli untuk memungkinkan negosiasi.
Bank Dunia mengatakan inflasi global diperkirakan akan mencapai 2,9% pada tahun 2025, tetap di atas level sebelum COVID-19, mengingat kenaikan tarif dan pasar tenaga kerja yang ketat.”Risiko terhadap prospek global tetap condong ke arah yang merugikan,” tulisnya.
Peningkatan hambatan perdagangan seperti itu akan mengakibatkan “perdagangan global terhenti pada paruh kedua tahun ini disertai dengan runtuhnya kepercayaan secara luas, melonjaknya ketidakpastian dan kekacauan di pasar keuangan,” dalam laporan./reuters/









































