SOLO, Bisnistoday – Guna mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk komoditas Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND mulai menyalurkan kepada warga Solo, Jawa Tengah. Pelaksanaan ini merupakan bagian dari penyaluran Beras SPHP yang diluncurkan serentak di seluruh Indonesia, baru-baru ini.
“Program ini merupakan inisiasi pemerintah untuk memastikan tercapainya swasembada pangan, terutama dalam menjaga agar harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Endy Abdurrahman, saat memantau langsung pelaksanaan di Kantorpos KCU Gladak Solo, Senin (21/7).
Program Beras SPHP ini, lanjut Endy, bertujuan mendukung kemandirian pangan nasional. Salah satu lokasi pelaksanaan program yakni di Kantorpos KCU Gladak Solo, dan menjadi bagian dari 200 lokasi awal peluncuran secara nasional. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras, sekaligus memperluas akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Endy menuturkan, Pos Indonesia sebagai mitra penjualan akan memanfaatkan jaringan logistiknya yang luas, mencakup kabupaten, kecamatan, hingga desa, untuk mendistribusikan beras murah secara merata. Endy menegaskan bahwa beras ini dapat dibeli oleh masyarakat umum, dengan pengecualian bagi para pedagang.
“Siapa saja warga Indonesia dapat membeli beras ini, kecuali pedagang. Tujuannya untuk konsumsi rumah tangga, bukan untuk dijual kembali,” katanya.
Pos Indonesia juga mendukung distribusi GPM secara digital melalui sistem Point of Sales (POS) yang terintegrasi. Teknologi ini digunakan untuk mendata pembeli, memastikan ketepatan sasaran, serta mempercepat pelayanan di lapangan.
Adapun untuk harga, program ini menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasarkan zona dan setiap konsumen dibatasi maksimal dua kemasan 5 kilogram (2 pax) per pembelian, guna menjaga pemerataan distribusi.
Untuk zona pertama, meliputi wilayah Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi) dijual seharga Rp12.500/kg. Sedangkan zona 2 mencakup wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan) dengan harga jual Rp13.100/kg serta wilayah Zona 3 meliputi Maluku dan Papua djual seharga Rp13.500/kg./
















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)























