JAKARTA, Bisnistoday – Program GEBUK JUDOL Ronde 2 kembali digelar, sebuah gerakan kolaboratif untuk memerangi judi online dengan melibatkan masyarakat, PPATK, dan Kemkominfo. Inisiatif ini dilakukan OVO untuk melanjutkan kesuksesan fase pertama yang berhasil blokir 4.500 akun judol dan kumpulkan 11.000 laporan valid dari masyarakat.
Masyarakat bisa laporkan akun OVO yang terindikasi judol melalui website GEBUK JUDOL atau Pusat Bantuan OVO hingga 20 Agustus 2025. Tiga pelapor paling aktif berkesempatan menang hadiah total Rp60 juta dalam bentuk OVO cash dan points.
Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, mengungkap transaksi judol di platform OVO turun 80% berkat gerakan ini. “Ini bukti nyata kolaborasi masyarakat, swasta, dan pemerintah bisa tekan judi online,” jelas Karaniya, dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Danang Tri Hartono dari PPATK mengapresiasi peningkatan pelaporan judol 95% valid selama GEBUK JUDOL. Data terbaru menunjukkan transaksi judol nasional turun 80%, dengan 1,3 juta konten sudah diblokir Kemkominfo.
Polri berhasil menyita aset Rp500 miliar dari jaringan judol sepanjang 2025. “Kami terus pantau pergerakan dana mencurigakan lewat analisis transaksi digital,” tambah Danang.
OVO jadikan GEBUK JUDOL sebagai bagian dari pembangunan kepercayaan digital (digital trust). Platform ini juga perkuat sistem deteksi otomatis transaksi mencurigakan berbasis AI.
“Laporkan sekarang juga! Setiap laporan warga bantu selamatkan generasi muda dari jerat judol,” imbau Karaniya.
Dengan target tekan 160 juta transaksi judol di 2025, OVO optimis gerakan ini jadi solusi berkelanjutan.

